Jumat, 20 Februari 2026

Disdik Batam Pangkas Jam Belajar Siswa Selama Ramadan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pembelajaran tatap muka. F.Cecep Mulyana

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam akan menggelar pesantren Ramadan selama tiga hari. Kegiatan keagamaan ini akan menjadi salah satu agenda bagi siswa selama bulan puasa.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan pesantren Ramadan dimulai tanggal 4-6 April mendatang. Kegiatan ini diikuti siswa dari kelas 4-6 tingkat dasar. Sedangkan untuk kelas 1-3 belajar di rumah.

“Begitu juga yang SMP. Pelajar tetap belajar meskipun dari rumah. Selama Ramadan kegiatan bersekolah menyesuaikan jadwal, dan berbeda dengan hari biasanya,” jelas Hendri, Rabu (29/3).


Selain soal jadwal pesantren Ramadan, pihaknya juga memangkas jam belajar siswa. Untuk SD misalnya, biasanya satu jam pelajaran itu menghabiskan waktu 35 menit, dan selama bulan puasa dikurangi menjadi 30 menit.

Ada pengurangan jam belajar memang. Namun tidak mengurangi efektivitas belajar siswa. Karena mereka juga baru menyelesaikan ujian beberapa waktu lalu.

“Kami harapkan siswa tetap fokus belajar jelang dilaksanakannya ujian semester mendatang,” bebernya.

Ia mengatakan pesantren Ramadan merupakan agenda rutin yang diikuti pelajar. Sejak pandemi Covid-19 kegiatan ini sempat tidak dilaksanakan, karena pembatasan yang dilakukan, guna pengendalian Covid-19.

“Kegiatan ini sangat positif sekali. Meskipun anak-anak belajar seperti biasa. Rangkaian kegiatan bertemakan keagamaan merupakan salah satu yang biasa digelar,” kata dia.

Hendri menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 di Batam sudah cukup terkendali. Bahkan sistem belajar tatap muka sudah digelar 100 persen. Untuk itu, sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan pesantren Ramadan.

“Melalui kegiatan ini anak-anak bisa lebih memperdalam ilmu agama, dan banyak kegiatan ibadah yang dilaksanakan juga,” sebutnya.

Lanjutnya, pelaksanaan kegiatan diperbolehkan, asal tetap berpedoman kepada protokol kesehatan. Serta pengawasan dari tenaga guru di sekolah. Selama ini pengawasan sudah berjalan, terbukti jumlah paparan Covid-19 di lingkungan sekolah cukup rendah.

“Hal ini karena gerak cepat pihak sekolah dalam mengawasi dan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes),” bebernya.

Ia berharap perkembangan kasus, dan status Kota Batam bisa terus membaik, sehingga semua kegiatan di lingkungan sekolah bisa berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, sejauh ini lingkungan pendidikan termasuk yang aman. Sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan baik,” tutupnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN