
batampos – Pelebaran jalan yang terus dilakukan pemerintah daerah berdampak kepada sejumlah halte bus Trans Batam. Akibatnya halte-halte yang berada di pinggir jalan harus dirobohkan karena berada di area jalan yang dilebarkan.
Seperti contohnya di daerah Batuaji, ada beberapa halte yang terdampak peleburan jalan. Halte-halte tersebut sangat dimanfaatkan sebagai tempat menurunkan dan juga menaikan penumpang khususnya mereka penggunaan bus Trans Batam.
“Kalau bisa halte yang sudah dirobohkan ini dibangun kembali setelah jalan dilebarkan. Ada banyak manfaat terutama di saat musim hujan seperti ini kalau ada halte bisa berteduh di sana, ” ujar Anwar, warga Batuaji kepada Batam Pos, Minggu (28/1).
Baca Juga: Jalan Dilebarkan, Banyak Halte Bus di Batam Digusur
Hal yang sama juga dikatakan Dewi, warga Batuaji lainnya. Ia mengaku sudah setahun terakhir menggunakan bus Trans Batam ini. Terlebih pada saat jam sibuk, menempuh perjalanan dengan Trans Batam lebih cepat dan terjangkau dibandingkan dengan transportasi umum lain yang bisa dirinya jangkau.
“Semenjak dibongkar jadi jarang karena gak ada tempat nunggu bus lagi. Berharap halte ini dibangun lagi lah,” ujarnya.
Menanggapi hal ini Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Salim mengatakan, tahun 2024 ini pihaknya akan membangun dua halte tipe A dan relokasi 4 halte yang sebelumnya dirobohkan karena adanya kegiatan pelebaran jalan di Batam.
“Halte tipe A ini kita bangun di depan Edukids Batam Center dan lokasi Legenda Malaka di kanan dan kirinya,” ujar Salim.
Baca Juga: Jukir di Pasar Kaget Pungut Biaya Parkir Tanpa Karcis
Sementara itu untuk relokasi halte bus trans Batam dibangun tak jauh dari halte yang sebelumnya. Ada empat relokasi halte relokasi yang dibangun ini diantaranya di Puskopkar Batuaji, depan kawasan industri Kamo menuju KDA, simpang Punggur dan satu laginya menyesuaikan kebutuhan di masyarakat.
“Ya, ada dua halte tipe A, dan empat pembangunan halte yang direlokasi tahun ini,” tambah Salim.
Disinggung mengenai anggaran pembangunan halte ini, Salim menjawab, pembangunan dua halte tipe A berkisar Rp 200 juta. Sedangkan pembangunan 4 halte relokasi Rp 100 jutaan.
“Dianggarkan tahun ini, untuk halte tipe A dibangun oleh UPT trans Batam,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



