
batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam kembali turun ke jalan menggelar razia gabungan pada Selasa (25/11) sore. Razia dilakukan di Jalan Sudirman, tepat di depan Kantor Dishub Batam, dengan menyasar kendaraan angkutan barang dan penumpang yang melanggar aturan lalu lintas.
Operasi ini dilakukan untuk menertibkan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang kerap mengangkut muatan melebihi kapasitas serta kendaraan yang belum melakukan uji KIR. Dishub menggandeng Polisi Militer (PM), Satlantas Polresta Barelang, dan Samsat dalam razia kali ini.
Kepala Dishub Batam, Leo Putra, mengatakan razia ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya keluhan masyarakat terkait maraknya kendaraan pengangkut barang yang memuat melebihi kapasitas dan membahayakan pengguna jalan lain.
BACA JUGA: Kampung Madani: Razia Besar, Warga Positif Narkoba, Pemerintah Diminta Cari Solusi Permanen
“Selama ini banyak laporan dan pemberitaan soal truk muatan berlebih. Karena itu hari ini kita gelar razia bersama,” ujar Leo di lokasi.
Leo menegaskan razia gabungan ini tidak hanya untuk menekan pelanggaran ODOL, tetapi juga memastikan kendaraan yang belum melakukan uji KIR segera ditindak. Ia mengingatkan bahwa uji KIR di Batam sudah digratiskan, sehingga tidak ada lagi alasan bagi pemilik kendaraan untuk tidak mematuhi aturan.
“Supaya ada efek jera. Wajib KIR itu sudah gratis. Jadi kenapa tidak KIR? Inilah saatnya kita melakukan penindakan bagi yang belum uji KIR,” tegasnya.
Dishub juga menemukan masih banyak kendaraan angkutan yang tidak memenuhi kewajiban administratif, sehingga kolaborasi dengan kepolisian dan Samsat dinilai penting agar penertiban lebih komprehensif.
“Untuk pajak, Samsat memastikan pajaknya hidup atau tidak. Dari kepolisian memastikan pengendara punya SIM. Jadi hari ini semuanya kita satukan dalam satu razia,” jelas Leo.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dishub memastikan pengawasan akan semakin diperketat. Lalu lintas diprediksi lebih padat, sehingga kendaraan angkutan barang dan kendaraan yang belum uji KIR akan menjadi fokus utama pengawasan Dishub.
“Kita sudah masuk masa persiapan Nataru. Jalan pasti ramai. Maka fokus kami tetap pada KIR dan angkutan barang, baik yang over kapasitas maupun yang belum uji KIR,” kata dia. (*)
Reporter: Syaban



