
batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mengkaji pengoperasian u-turn di Jalan Yos Sudarso atau tepatnya di Seraya Atas. Rencananya, u-turn ini akan ditutup karena membahayakan pengendara.
“Itu pembangunan dari BP Batam. Kita usulkan segera ditutup,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, Jumat (20/6).
Menurut Salim, u-turn di jalan penurunan memang tidak diperbolehkan. Untuk itu, ia menyarankan pengendara untuk menggunakan u-turn yang berada di depannya.
Baca Juga: BP Batam Perbaiki Jalan Letjen Suprapto, Target Rampung dalam 1,5 Bulan
“U-turn dijalan penurunan berbahaya. Apalagi kalau malam hari,” katanya.
Diketahui, pembangunan u-turn di Jalan Yos Sudarso atau tepatnya di Seraya Atas dinilai berbahaya bagi para pengendara. U-turn ini berada di jalur penurunan dan kerap dilalui pengendara dengan kecepatan tinggi.
Alpan, warga Seraya mengatakan u-turn tersebut berbahaya karena berpotensi menimbulkan kecelakaan. Sebab, kendaraan yang ingin memutar balik dapat kehilangan kendali.
“Ini jalan penurunan, kalau kendaraan dari atas itu pasti kecepatannya lebih tinggi. Sehingga, saat mau mutar balik, akan merem lebih kuat,” ujarnya.
Baca Juga: Batam Kirim Peserta Terbaik ke STQH XI Kepri, Targetnya Juara Umum
Alpan menilai u-turn di jalan penurunan berbahaya saat pengendara melakukan putar balik secara mendadak. Nantinya, pengendara yang berada di belakang atau dari jalur berlawanan akan spontan menghindari kendaraan yang berputar tersebut.
“Bisa terjadi kecelakaan, kendaraan ditabrak dari belakang. Atau ditabrak dari arah berlawanan dengan kendaraan yang kecepatan tinggi waktu menanjak,” katanya.
Menurut dia, jalan ini juga kerap gelap gulita karena lampu penerangannya padam. “Kalau memang tetap ada u-turn itu sangat berbahaya,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



