
batampos – Program stimulus ekonomi berupa diskon tarif tiket kapal hingga 50 persen yang diluncurkan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI sejak awal Juni 2025, mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk di Batam.
Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, mencatat selama periode 1 hingga 22 Juni 2025, jumlah penumpang kapal yang berangkat dari Batam mencapai 13.619 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan periode libur sekolah tahun lalu yang hanya 12.678 penumpang.
“Kenaikan ini menunjukkan bahwa masyarakat Batam sangat terbantu dengan adanya program diskon tarif tiket kapal. Mereka memanfaatkan momentum libur sekolah untuk bepergian ke luar daerah,” kata Edwin, Minggu (22/6).
Program diskon tarif tiket kapal ini berlaku untuk seluruh rute kapal PELNI di Indonesia dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2025. Edwin optimistis, jumlah penumpang dari Batam masih akan terus bertambah hingga akhir periode stimulus.
Secara nasional, PELNI mencatat program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam waktu singkat. Direktur Utama PT PELNI, Tri Andayani, menyampaikan bahwa dalam 15 hari pertama pelaksanaan program terhitung sejak 5 hingga 20 Juni 2025 kuota diskon tarif tiket kapal telah terserap hingga 40 persen.
“Periode stimulus ekonomi untuk potongan tarif tiket ini berlangsung hingga 31 Juli, dan ini baru berjalan 15 hari, tapi kuota tiketnya sudah terserap hingga 40 persen dari kuota Rp134 miliar,” kata Tri.
Ia menyebutkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena program ini bertepatan dengan masa libur sekolah. “Terlihat sekali bahwa masyarakat sangat terbantu oleh program stimulus ekonomi ini, apalagi bertepatan dengan musim libur sekolah. Jadi ini peak season libur sekolah rasa mudik Lebaran,” ujarnya.
Tri juga melaporkan bahwa sejak stimulus diberlakukan, penjualan tiket kapal PELNI untuk keberangkatan hingga akhir Juli sudah mencapai 310 ribu tiket. Angka ini naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya mencatat 208 ribu tiket.
Peningkatan jumlah penumpang ini juga didukung oleh kebijakan dispensasi dari Kementerian Perhubungan terkait kapasitas penumpang di kapal, dengan rata-rata peningkatan kapasitas sebesar 52 persen.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan yang mendukung penuh berjalannya stimulus ekonomi ini melalui pemberian diskon tiket kapal PELNI hingga 50 persen,” tambahnya.
Meski terjadi lonjakan penumpang, Tri menegaskan bahwa PELNI tetap berkomitmen pada prinsip keselamatan pelayaran.
“Safety first, selalu. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan adalah tiga hal utama yang selalu kami jaga dalam pelayanan kami, termasuk selama masa lonjakan penumpang ini,” tegasnya.
Dengan masih tersedianya kuota diskon hingga akhir Juli, PELNI mendorong masyarakat untuk segera memesan tiket lebih awal agar tidak kehabisan, sekaligus tetap mematuhi protokol keselamatan selama perjalanan laut. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



