
batampos – Pemerintah Kota Batam terus berupaya menjaga stabilitas ketenagakerjaan di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan investasi baru di daerah ini. Hingga September 2025, serapan tenaga kerja mencapai 10.503 orang dari total 24.418 pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.
Plt. Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk memperluas penempatan tenaga kerja, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait dan perusahaan-perusahaan di Batam.
“Serapan tenaga kerja saat ini masih sekitar 45 persen. Namun, kami optimistis angka ini akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya investasi dan peluang kerja baru di Batam,” ujar Nurul, Jumat (31/10).
Ia menjelaskan, sektor manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. Sedangkan sektor konstruksi dan jasa sebagian besar masih menggunakan sistem alih daya (outsourcing), sehingga durasi kerja para pekerja bersifat kontrak dan bergantung pada proyek yang berjalan.
“Untuk sektor alih daya, datanya terus kami perbarui dengan berkoordinasi bersama lembaga jaminan sosial agar penyerapan tenaga kerja bisa terukur lebih akurat,” tambahnya.
Baca Juga: Disnaker Batam Targetkan Seluruh Program Pelatihan dan Sertifikasi Rampung Akhir November
Nurul menyebutkan, rata-rata setiap tahun terdapat sekitar 5.000 pencari kerja dari luar Batam. Namun, sebagian besar tetap didominasi oleh pencari kerja lokal. Ia juga mencatat tren penurunan jumlah pencari kerja baru dibanding masa pandemi COVID-19, ketika angka pengangguran sempat melonjak tajam.
Data Disnaker memperlihatkan fluktuasi penempatan kerja selama lima tahun terakhir. Pada 2020, penempatan tenaga kerja tercatat 7.834 orang, meningkat signifikan pada 2021 menjadi 21.150 orang, dan menurun pada 2022 sebesar 3.271 orang. Kondisi mulai stabil pada 2023 dan 2024 dengan penempatan masing-masing 14.974 dan 18.718 orang, hingga mencapai 24.418 orang per September 2025.
Nurul menambahkan, meningkatnya investasi yang difasilitasi BP Batam diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama peningkatan serapan tenaga kerja, khususnya bagi warga ber-KTP Batam.
“Kami terus berkomunikasi dengan BP Batam agar perusahaan-perusahaan yang berinvestasi dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal. Ini bagian dari komitmen bersama untuk menekan angka pengangguran,” jelasnya.
Baca Juga: ARTOTEL Batam Hadirkan Pameran Tunggal Lost Boy in Wonderland Karya Alexander Chris
Selain itu, Disnaker juga mengimbau masyarakat agar memahami pentingnya memiliki Kartu AK1 atau kartu pencari kerja. Pengurusan kartu ini kini dapat dilakukan di masing-masing kecamatan, sehingga memudahkan warga dalam mencari peluang kerja resmi.
Nurul juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antarperusahaan untuk menjaga ketenagakerjaan tetap stabil, terutama bila ada perusahaan yang menghentikan operasional.
“Kalau ada perusahaan mitra yang bisa menampung atau mengalihkan tenaga kerja terdampak, tentu akan membantu menekan angka pengangguran. Kami dorong pola kerja sama seperti ini,” tuturnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



