
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Tenaga Kerja kembali menggelar pelatihan berbasis kompetensi secara gratis bagi warga yang memiliki KTP Kota Batam. Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana perubahan kedua penjabaran APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2025.
Menariknya, pelatihan ini dibiayai dari hasil efisiensi anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas. Dana yang dihemat kemudian dialihkan untuk mendukung kegiatan yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kompetensi kerja.
“Jadi ada beberapa item kegiatan yang terkena efisiensi, dan dana hasil efisiensi itu digunakan lagi untuk kegiatan pelatihan dan Bimtek. Yang diefisiensi kegiatan seremonial dan perjalanan dinas,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Rabu (23/4).
Adapun pelatihan yang ditawarkan meliputi tiga jenis, yakni, Pelatihan Forklif untuk kuota 20 peserta, Pelatihan Welding Inspector Basic untuk kuota 15 peserta dan Pelatihan Tata Rias Pengantin yang diperuntukkan bagi 90 orang peserta.
“Pendaftaran dilakukan secara langsung (offline) pada Kamis dan Jumat, 24–25 April 2025, pukul 09.30–16.00 WIB di Kantor Dinas Tenaga Kerja Batam di Sekupang,” tanbahnya.
Syarat pendaftaran meliputi fotokopi KTP Kota Batam, fotokopi AK-1 dari Disnaker atau kecamatan setempat, fotokopi ijazah terakhir, dua lembar pas foto berwarna latar belakang merah (ukuran 3×4), serta surat keterangan sehat jasmani dan rohani untuk pelatihan tertentu. Peserta juga harus berusia antara 17 hingga 45 tahun.
Seleksi peserta dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara yang akan digelar oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan diinformasikan melalui grup WhatsApp yang dibentuk oleh panitia.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata Pemko Batam dalam memperkuat sumber daya manusia dan menciptakan tenaga kerja yang siap pakai, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor.
“Kami harap ini bisa membuka peluang kerja baru dan mendorong peserta untuk mandiri secara ekonomi, baik dengan bekerja maupun berwirausaha,” ucap Rudi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



