Kamis, 19 Februari 2026

Disperindag Batam Kembali Tegaskan Stok Gas Aman

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau bersama Pertamina melakukan sidak gas 3 kg di Mega Legenda Batamcenter, Senin (31/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, memastikan stok gas di pangkalan-pangkalan Batam aman. Hal itu dipastikan setelah pihaknya kembali mensurvei beberapa pangkalan di sejumlah wilayah di Batam.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau menjamin stok gas di pangkalan aman. Apalagi, sudah ada penambahan 67.400 tabung gas dalam 3 hari oleh Pertamina.

“Stok gas aman, kan sudah ada banyak penambahan, diluar stok biasa,” ujar Gustian.


Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Pungli di Jembatan Satu Barelang

Dijelaskan Gustian, pihaknya juga telah berkeliling untuk memastikan stok gas di pangkalan-pangkalan. Hasilnya, hampir seluruh pangkalan itu tersedia gas melon bersubsidi.

“Kami sudah turun lagi memastikan, tak ada kelangkaan dan stok kosong,” tegas Gustian.

Dijelaskan Gustian, penyaluran gas ke pangkalan-pangkalan itu bisa 2-3 kali seminggu. Sedangkan kebutuhan gas untuk satu rumah tangga itu minim habis 5-10 harian.

“Jadi tak mungkin habis tiap hari, stok satu habis , yang lain kan datang lagi. Penyaluran dari agen ke pangkalan bisa 3 kali seminggu,” tegas Gustian.

Baca Juga: Didemo Pelanggan, ABH Janji Kirim Air Untuk Warga Perumahan Bukit Raya

Ia juga meminta agar warga tidak panik dan cepat menerima informasi yang tidak benar. Seperti sempat terjadinya panic buying karena adanya informasi yang tidak benar.

“Saya imbau, masyarakat angan panik dan menyebar informasi yang tidak benar. Kasihan masyarakat lainnya yang memang sama-sama membutuhkan gas tersebut,” imbuh Gustian.

Gustian kembali mengingatkan agar pangkalan bisa menyalurkan gas bersubsidi secara jujur. Jika tidak ada sanksi yang menanti, jika kedapatan bermain mata menjual gas kepada pengecer dan lainnya.

“Jika ada informasi yang ditemukan, silahkan lapor ke kami Disperindag atau pertamina,” pungkas Gustian. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

SALAM RAMADAN