
batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dalam memajukan pusat oleh-oleh di Batam.
Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan, pusat oleh-oleh Batam yang merupakan binaan Dekranasda menjual berbagai produk khas Batam seperti batik, kerajinan tangan, hingga makanan khas.
“Semua khas Batam, dan dibuat oleh pengrajin asal Batam. Seperti Batik Marlin yang dibuat oleh pengrajin yang berada di Ngenang, Tiban Lama, dan beberapa wilayah lainnya,” kata dia, Selasa (21/2/2023).
Ia menjelaskan, selama ini tamu yang datang melakukan kunjungan ke Disperindag selalu dibawa ke sana. Selain memperkenalkan kerajinan Batam, pihaknya juga menargetkan ada penjualan di pusat oleh-oleh Batam tersebut.
Baca Juga: Beraksi di 30 TKP, Polisi Tangkap 5 Orang Spesialis Pencuri Honda Beat di Batam
“Selama ini sudah Alhamdulillah responnya. Sekarang kami mau tingkatkan lagi. Jadi kalau bisa wisatawan juga masuk ke sana. Sehingga mendukung kemajuan oleh-oleh khas Batam,” terangnya.
Ia mengungkapkan masing-masing daerah memiliki batik. Namun corak batik Batam juga memiliki ciri khas. Sehingga berbeda dengan batik di daerah lain.
“Selama ini Batik paling banyak dibeli. Jadi kalau target kami ingin Batik Batam ini bisa dijumpai di luar Batam. Salah satunya melalui kerja sama dengan Disbudpar,” imbuhnya.
Baca Juga: Banjir Rob, Air Laut Rendam Perumahan di Tanjunguncang
Batam sudah sangat didukung dengan fasilitas mumpuni, dan sudah sering menjadi tuan rumah dalam berbagai acara. Untuk itu, pihaknya menargetkan lebih banyak wisatawan bisa berkunjung, dan berbelanja di pusat oleh-oleh Batam yang berada di Mall Botania 2.
“Kalau untuk lokasi sudah cukup bagus. Karena bisa untuk parkir bus. Sehingga sangat memudahkan dalam parkir. Target kami penjualan lebih baik tahun ini,” ungkapnya.
Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata mengatakan sudah mengagendakan untuk membawa wisatawan ke pusat oleh- oleh Batam.
“Ada banyak acara yang dipusatkan di Batam. Makanya kami akan giring atau bawa ke pusat oleh-oleh. Biar batik, dan makanan khas yang ada di sana bisa terjual lebih baik lagi,” harapnya.(*)
Reporter: Yulitavia



