
Rekayasa Jaringan Berhasil, Ariastuty Pimpin Koordinasi RT/RW
batampos – Krisis air bersih yang sempat memicu keluhan warga di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah mulai berangsur teratasi. BP Batam memastikan distribusi air ke rumah-rumah warga kini telah berjalan kembali, disertai penguatan koordinasi pengiriman truk tangki untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah langkah cepat untuk meredam dampak gangguan suplai, termasuk membangun sistem koordinasi langsung dengan perangkat RT dan RW.
“Untuk mengatasi krisis air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, kami sudah membuat grup koordinasi bersama para RT dan RW untuk pengiriman truk-truk tangki. Kami juga menyusun daftar kebutuhan masing-masing RT, berapa tangki yang dibutuhkan, sehingga distribusinya lebih terukur,” katanya, Sabtu (24/1).
Baca Juga: Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat
Ia mengakui, pada awal penerapan sistem tersebut sempat terjadi kendala teknis. Pengiriman pada 20 Januari lalu berlangsung dinamis karena adanya tambahan permintaan dari beberapa RT serta persoalan armada pengangkut. Kondisi itu disebut sebagai bagian dari proses penyesuaian sistem baru.
“Ini pertama kali kami menjalankan pola koordinasi langsung dengan RT/RW. Sebelumnya berbasis nomor tiket, tetapi ternyata belum optimal. Sekarang kami bisa memonitor langsung kekurangan air di masing-masing wilayah,” kata Tuty.
Selain distribusi tangki, perbaikan teknis di jaringan utama juga telah dilakukan. Rekayasa jaringan yang diterapkan BP Batam memungkinkan air kembali mengalir sekitar 3-4 jam pada malam hari. Beberapa pompa di hulu yang sebelumnya mengalami kerusakan juga tengah diganti untuk memulihkan tekanan air.
“Memang ada sedikit penurunan tekanan karena pompa rusak, tetapi sekarang sudah mulai diganti. Air sudah teraliri ke rumah-rumah warga secara bertahap. Kami juga tetap merekayasa pola distribusi agar seluruh daerah bisa merasakan suplai,” ujar dia.
Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan
Untuk jangka pendek, kombinasi suplai bergilir dan pengiriman tangki menjadi solusi terbaik. Tuty memastikan, setiap laporan kebutuhan tambahan dari warga bakal segera ditindaklanjuti.
“Seluruh RT/RW sudah terhubung langsung dengan saya melalui grup WhatsApp agar komunikasi lebih cepat. Dari laporan para RW, truk tangki di beberapa wilayah sudah mencukupi,” katanya.
“Sambil menunggu proses pembangunan jaringan air dari Sukajadi ke M3G (Simpang Jam) dan dari Ozon ke Bukit Senyum estimasi akhir juni ini. Itu akan akan membantu distribusi air wilayah Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong serta daerah lainnya” tambah Tuty.
Di tingkat warga, kondisi juga mulai menunjukkan perbaikan. RW 01 Tanjung Sengkuang, Azis, menyebut pasokan air di wilayahnya sudah kembali mengalir walaupun tekanan belum sepenuhnya normal.
“Alhamdulillah, air sudah mengalir seperti sediakala walaupun belum begitu besar,” katanya.
Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam
Ia bilang, kebutuhan air tangki pun menurun seiring kembalinya aliran air. Dari semula mengajukan 17 tangki, kini hanya memesan 5 sampai 6 tangki per hari sebagai cadangan.
“Kemarin kami pesan 6 tangki. Hari ini 5 tangki. Kami lihat sampai sore apakah perlu tambahan atau tidak. Respons petugas cepat, tidak ada kendala dalam pemesanan,” ujar Azis.
Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa titik yang proses normalisasinya berlangsung bertahap. Ia menyampaikan, bahwa besar harapan warga sekitar agar perbaikan pompa dan stabilisasi jaringan dapat segera tuntas sehingga distribusi kembali normal sepenuhnya.
Distribusi air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah kini berangsur membaik. BP Batam juga meminta masyarakat tetap tenang dan terus berkomunikasi melalui jalur resmi apabila membutuhkan bantuan tambahan. (*)



