
batampos – Program seragam sekolah gratis bagi murid baru SD dan SMP di Kota Batam nyaris rampung. Hingga pertengahan September 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mencatat progres penyaluran sudah mendekati 100 persen, dengan hanya sedikit penyesuaian ukuran yang masih berlangsung.
“Sudah hampir selesai. Seragam untuk sekolah negeri dan swasta sudah sampai semua. Tinggal sebagian kecil yang dalam proses penukaran ukuranm karena selisih,” kata Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, Selasa (16/9).
Menurut Hendri, proses distribusi tahun ini berlangsung lancar. Kendala hanya ditemukan di wilayah hinterland, seperti Pulau Karas, karena akses transportasi yang terbatas.
Baca Juga: Penyaluran Seragam Gratis Murid Baru di Batam Sudah Capai 50 Persen, Ditargetkan Rampung September
“Kalau daerah pulau memang agak menantang karena soal pengiriman. Tapi kami pastikan semua sampai. Untuk ukuran yang kurang pas, penyedia sudah kami instruksikan agar segera diganti. Jangan sampai tidak terpakai,” tegasnya.
Setiap murid baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP mendapat dua stel seragam: Seragam nasional (putih merah atau putih biru), lengkap dengan dasi, topi, ikat pinggang, dan kaos kaki, serta seragam kurung Melayu, sebagai wujud pelestarian budaya lokal.
Untuk siswa laki-laki, seragam Melayu dilengkapi kain sampin, sementara siswi muslim mendapatkan tambahan jilbab.
“Ini bukan cuma soal pakaian sekolah, tapi juga soal identitas budaya. Kami ingin anak-anak Batam percaya diri di sekolah, sekaligus bangga dengan akar budayanya,” ujar Hendri.
Program ini disambut antusias oleh orang tua siswa. Salah satunya Anita, wali murid dari Sekupang.
“Alhamdulillah, anak saya dapat dua stel seragam lengkap. Bahannya bagus, anak senang. Kami berterima kasih sekali karena ini sangat membantu di tengah banyaknya kebutuhan sekolah,” ungkapnya.
Tahun ini, Pemko Batam menyalurkan 105.670 stel seragam kepada 52.835 murid baru SD dan SMP, yang terdiri dari: 13.215 murid SD negeri, 13.119 murid SD swasta, 14.539 murid SMP negeri, dan 11.962 murid SMP swasta.
Menurut Hendri, program ini adalah bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Batam untuk memastikan tidak ada anak yang merasa tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Kita ingin semua anak punya kesempatan yang sama. Dengan seragam ini, mereka bisa sekolah dengan nyaman, percaya diri, dan merasa didukung,” tutupnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



