
batampos – Asosiasi Distributor Kota Batam memastikan stok beras di tingkat distributor aman hingga April 2026. Klaim ini disampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan isu distribusi beras di sejumlah daerah lain di Kepulauan Riau.
Ketua Asosiasi Distributor Kota Batam, Arianto, mengatakan pihaknya menjamin ketersediaan beras untuk kebutuhan Batam tidak mengalami gangguan dalam beberapa bulan ke depan.
“Untuk stok beras di asosiasi kami, kami menjamin aman sampai April. Tidak ada masalah,” kata Arianto kepada Batam Pos, Senin (9/2) pagi.
Baca Juga: Amsakar Dorong Percepatan Asta Cita dan Pembenahan Pelayanan di Batam
Namun ia menegaskan, jaminan tersebut hanya berlaku untuk jaringan distributor yang tergabung dalam asosiasi, bukan untuk stok yang berada di bawah pengelolaan Perum Bulog.
“Kami hanya menjamin di asosiasi kami saja. Kalau Bulog, itu urusan tersendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beras yang dikelola distributor memiliki karakter berbeda dengan beras Bulog. Bulog berfungsi sebagai penyangga cadangan pemerintah, sementara distributor bergerak secara komersial dengan standar kualitas tertentu.
“Beras Bulog itu persediaan pemerintah. Kalau kami komersial, jadi kualitasnya juga berbeda,” kata Arianto.
Terkait pertemuan antara Asosiasi Distributor dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Arianto membantah adanya ketidakharmonisan. Menurutnya, pembahasan yang muncul lebih pada penyesuaian kualitas beras.
“Bukan tidak cocok. Masalahnya di kualitas. Yang biasa dijual A plus, jangan diturunkan jadi A. Itu tidak dibenarkan, jadi harus disesuaikan,” tegasnya.
Baca Juga: Putar Musik Keras hingga Larut Malam Bikin Resah, Polisi Datangi Kedai di Batam Kota
Arianto mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Bulog dan meminta sampel beras terlebih dahulu sebelum menyerap stok. “Kalau kualitasnya sesuai, begitu datang bisa langsung kami serap,” ujarnya.
Saat ini, sampel beras Bulog telah diserahkan kepada anggota asosiasi untuk diuji kecocokannya. Namun proses penyerapan belum berjalan penuh.
“Belum berjalan. Sampel sudah dikirim ke anggota, tinggal dicoba. Kalau cocok, distributor siap menyerap untuk bantu stok Batam,” katanya.
Arianto kembali menegaskan, pasokan beras distributor di Batam hingga April dinilai cukup, dan pengadaan akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas.
Menanggapi temuan Kementerian Pertanian terkait sekitar 1.000 ton beras di Tanjungpinang yang disebut-sebut akan dikirim ke Palembang, Arianto mengaku tidak memiliki informasi detail. “Untuk Tanjungpinang saya belum tahu. Itu mungkin ranah asosiasi di sana,” ujarnya.
Ia memastikan, beras yang berada di Batam diperuntukkan khusus memenuhi kebutuhan masyarakat Batam dan tidak boleh keluar daerah. “Yang jelas, beras di Batam khusus untuk Batam. Tidak boleh dikeluarkan, karena kita harus jaga kebutuhan sendiri,” kata Arianto.(*)



