Kamis, 29 Januari 2026

DLH Bantah Isu Sampah Tak Diangkat Hingga 5 Hari di Pusat Kota

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas mengangkat sampah di daerah pusat kota.
F istimewa

batampos -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam membantah adanya sampah yang tidak diangkut hingga lima hari di kawasan pusat kota, khususnya di sepanjang Jalan Raja M Tahir dan deretan pertokoan Greenland, Batam Center.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Batam, Iqbal Feliansyah, menegaskan informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, pengangkutan sampah di kawasan jalan protokol dan pusat aktivitas ekonomi tetap dilakukan setiap hari oleh petugas kebersihan.

“Tidak ada itu sampai lima hari. Sampah di pusat kota setiap hari diangkut. Kalau ada yang bilang sampai lima hari, itu tidak benar,” tegas Iqbal, Kamis (29/1).

Ia mengakui, dalam beberapa kesempatan memang terjadi keterlambatan pengangkutan. Namun keterlambatan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung berhari-hari.

“Paling hanya terlambat kesiangan atau kesorean. Kalau pun ada kendala teknis, seperti mobil angkut sedang perbaikan, itu maksimal dua hari sekali, tidak mungkin sampai lima hari,” jelasnya.

Iqbal menyebut kawasan Jalan Raja M Tahir hingga Batam Center merupakan area prioritas DLH karena berada di jalur protokol dan ramai aktivitas kuliner serta perdagangan. Oleh sebab itu, lokasi tersebut masuk dalam jadwal pengangkutan rutin.

“Lokasinya di pinggir jalan utama dan kawasan kaki lima. Sampahnya kami angkat setiap hari. Kalau terlihat menumpuk, itu karena faktor waktu pengangkutan, bukan karena tidak diangkut,” katanya.

Menanggapi hal itu, Iqbal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelaku usaha atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia memastikan DLH Kota Batam tengah melakukan perbaikan pelayanan agar pengangkutan sampah berjalan lebih optimal.

“Kami DLH Kota Batam mohon maaf atas kondisi yang terjadi. Saat ini kami sedang dalam proses perbaikan pelayanan. Terima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, tumpukan sampah dilaporkan berserakan dan menimbulkan bau menyengat di kawasan tersebut nyaris sepekan terakhir. Sampah rumah makan dan pertokoan terlihat memenuhi trotoar, menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu kenyamanan pengunjung.

Pantauan di lokasi pada Rabu (28/1) sore, sampah plastik, sisa makanan, dan kardus bekas tampak berserakan di sepanjang trotoar. Kondisi ini menuai keluhan dari para pelaku usaha setempat.

Salah seorang pemilik warung, Irna Wati, mengaku khawatir kondisi tersebut berdampak pada usahanya. Ia menyebut, para pedagang rutin membayar iuran kebersihan sebesar Rp150 ribu per bulan, namun pengangkutan sampah dinilai kerap terhenti tanpa kejelasan.

“Kami sebagai pemilik warung tak enak sama pengunjung. Makan ditemani bau sampah,” ujarnya.

‎Keluhan serupa disampaikan Yusril, juru parkir di kawasan tersebut. Menurutnya, tumpukan sampah sudah terjadi hampir lima hari terakhir.‎“Sudah lima hari sampah menumpuk tidak diangkut sama mobil sampah,” ujarnya.(*)

Update