Senin, 26 Januari 2026

Doa dari Kepri untuk Indonesia, Iman Sutiawan Ajak Masyarakat Hadir

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Iman Sutiawan. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, akan menggelar Istiqosah dan Doa Bersama dari Kepulauan Riau untuk Indonesia pada 21 September, di Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Center.

Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Wakil Menteri Agama, KH Romo R Muhammad Syafi’i, serta tokoh-tokoh agama dari berbagai kalangan. Kehadiran pejabat pusat itu dinilai sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya peran spiritual masyarakat Kepri dalam menjaga keutuhan NKRI.

Iman mengajak masyarakat Provinsi Kepri, khususnya warga Batam, untuk hadir dan berpartisipasi dalam doa bersama. Kegiatan ini lahir dari aspirasi masyarakat, mulai dari ulama, imam masjid, guru Al-Qur’an, hingga pengasuh pesantren.

“Ini menunjukkan betapa besar perhatian masyarakat kita, khususnya kalangan religius, terhadap kondisi bangsa,” katanya, Kamis (18/9).

Posisi strategis Kepri sebagai beranda depan NKRI di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Kondisi itu, kata dia, harus diimbangi dengan kekuatan sosial masyarakat yang berlandaskan kerukunan.

“Keunggulan terbesar Kepri terletak pada kerukunan warganya yang beragam etnis, budaya, dan agama,” ujarnya.

Iman menambahkan, Kepri secara konsisten berada di tiga besar nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama. Bahkan, pada 2022 lalu, Kepri menempati peringkat pertama nasional dengan skor 85,78.

Di tengah dinamika sosial-politik nasional yang semakin menghangat, Iman melihat doa bersama sebagai energi spiritual yang mampu memperkuat ikatan kebangsaan. “Doa bukan hanya ikhtiar spiritual, tetapi juga energi untuk mempererat persaudaraan kita,” tambahnya.

“Apapun latar belakang kita, Melayu, Bugis, Jawa, Batak, Tionghoa, Minang, atau lainnya; apakah Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, atau Konghucu, kita semua adalah satu Indonesia Raya,” katanya.

Iman mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk menjaga toleransi, memperkuat komunikasi, dan menolak segala bentuk provokasi. Menurutnya, dari Kepri harus muncul pesan kerukunan untuk bangsa Indonesia.

“Kerukunan adalah modal pembangunan, persatuan adalah kunci kedaulatan, dan doa adalah energi spiritual yang menguatkan bangsa,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Istiqosah dan Doa Bersama dari Kepri, Agus Yusuf, mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi sarana merawat nilai toleransi, menjaga komunikasi yang baik, serta memperkuat semangat gotong-royong.

“Jangan sampai perbedaan dimanfaatkan untuk memecah belah. Sebaliknya, jadikanlah perbedaan itu sebagai mozaik indah yang memperkaya persaudaraan,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Update