Senin, 16 Maret 2026

Dokumen Tidak Lengkap, Terkendala Daftar ke SD Negeri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Orang tua mendatangi sekolah untuk mendaftarkan anaknya masuk sekolah negeri, Senin (6/6). F.Dalil Harahap

batampos – Pendaftaran murid baru tingkat sekolah dasar (SD) negeri masih terus berlanjut. Hari kedua pelaksanaan PPDB online, Selasa (7/6), masih banyak orangtua yang terkendala mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri terdekat.

Kendala yang dihadapi beragam dan kebanyakan berkas dokumen yang diminta belum lengkap. Dokumen yang harus diupload ke laman PPDB diantaranya; NIK anak, KTP orangtua, Kartu Keluarga atau surat domisili dari kelurahan serta akta lahir anak.

Beberapa orang tua yang ditemui Batam Pos mengaku kendala utama adalah akta lahir dan KTP orangtua. Banyak orangtua yang belum melengkapi identitas diri dengan KTP Elektronik seperti yang diminta di laman PPDB. Akta kelahiran juga demikian sehingga tak bisa masuk atau daftar ke laman PPDB.

Mereka yang bermasalah dengan berkas ini umumnya mendatangi lokasi sekolah yang dituju demi mendapat petunjuk lebih lanjut. Namun belum ada petunjuk yang berarti yang didapat. Mereka akhirnya berharap ke jalur afirmasi yang kuotanya sekitar 15 persen.

“Belum bisa juga. Anak saya masih bermasalah dengan akta kelahiran jadi belum bisa daftar. Semoga ada solusi. Saya sudah sampaikan ke RT/RW supaya bisa diakomodir ke jalur afirmasi,” ujar Nuraini, warga Marina yang ingin anaknya masuk ke SDN 13 Marina.

Sebagian orangtua yang bermasalah dengan berkas seperti itu ada juga yang menyampaikan persoalan mereka ke lama pengaduan PPDB Disdik Batam. Mereka sangat berharap ada kebijakan yang lebih agar anak mereka bisa diterima di sekolah negeri.

Sekolah Swasta Mahal

Hari kedua pelaksanaan PPDB tingkat SD sudah dibanjiri ribuan pendaftar. Setiap sekolah umumnya sudah kelebihan pendaftaran. Orangtua saat dimintai tanggapan kenapa harus sekolah negeri beralasan keadaan ekonomi. Keadaan ekonomi yang belum stabil sangat memberatkan jika harus ke sekolah swasta. Sekolah swasta biaya terlalu mahal.

“Mau masuk SD paling sedikit Rp 3 juta. Belum SPP-nya lagi nanti. Berat makanya ke sekolah negeri anak saya,” ujar Hendrik, warga Sagulung Baru, Sagulung. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN