
batampos – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selain di Batam, percepatan digitalisasi sistem pembayaran ini juga dilakukan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
“Wilayah 3T memang tantangan berat bagi kami. Tapi kami tetap berupaya dan melakukan sosialisasi,” ujar Asisten Direktur BI Kepri, Husni Naparin.
Ia menjelaskan sosialisasi QRIS di 3T ini dengan menggandeng pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
“Kami bekerjasama dengan seluruh pemerintah daerah dan kota di Kepri. Termasuk di Natuna dan Anambas,” katanya.
Dengan sosialisasi bersama pemerintah setempat tersebut, Husni berharap masyarakat yang berada di pulau tersebut dapat teredukasi terkait pembayaran non-tunai.
“Ini cara kami untuk meningkatkan QRIS di daerah-daerah,” ungkap pria yang juga menjabat Kepala Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Kepri ini.
Sebelumnya, BI Kepri mengadakan acara Creative and Innovative Riau Island Carnival (Cernival) 2025 di Harbour Bay Downtown. Acar ini berlangsung selama tiga hari dan berhasil mencatat 72.140 volume QRIS.
Acara ini dimeriahkan wahana permainan dan puluhan stand UMKM dengan banyak pilihan menu. Selain itu, acara diisi oleh stand perbankan dan instansi seperti Imigrasi, Bapenda, dan OJK.
“Untuk di Batam antusias masyarakatnya cukup tinggi. Dan semoga tahun depan lebih lagi,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



