Kamis, 15 Januari 2026

DPAD Tewas Usai Dianiaya di Mess LC, Romo Paschal Tegaskan Akan Mengawal Penanganan Kasus DPAD Hingga Tuntas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP), Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos.

batampos – Kasus kematian seorang wanita berinisial DPAD (25) di Perumahan Jodoh Permai, Blok D, Batuampar, terus menjadi sorotan publik.

Ketua Komunitas Keluarga Peduli Penyintas Migran Perempuan (KKPPMP) Kepri, Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Paschal menegaskan akan mengawal proses penegakan hukum hingga tuntas, termasuk penyelidikan dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Romo Paschal mengungkapkan bahwa sejak awal ia menerima laporan dari Rumah Sakit Elisabeth terkait dugaan penganiayaan berat yang dialami korban. Bahkan, dirinya mengaku melihat langsung dokumentasi luka-luka korban saat menjalani pemeriksaan medis.

Baca Juga: Putri Diikat, Disiksa 3 Hari, Mulut Terlakban, Wajah Disemprot Air

“Saya pasti akan mendampingi karena sejak kejadian saya menerima laporan dari Rumah Sakit Elisabeth terkait dugaan penganiayaan. Melihat foto-foto pemeriksaan, saya menduga memang ada penganiayaan berat,” ujar Romo Paschal, Senin (1/12).

Ia menambahkan, informasi yang diterimanya menunjukkan kemungkinan adanya pelanggaran berlapis dalam kasus tersebut.

“Menurut saya ini penganiayaan sangat berat. Ada dugaan unsur TPPO juga, jadi pasal berlapis harus diterapkan kepada pelaku. Saat ini pelaku sudah ditahan polisi,” kata dia .

Romo Paschal mendesak agar kasus ini ditangani secara serius oleh aparat hukum. Ia menilai viralnya kasus dan besarnya perhatian publik menjadi alasan kuat agar penanganan dilakukan transparan.

Baca Juga: Wilson, Anik, Papi Tama dan Papi Charles jadi Tersangka Pembunuhan Putri

“Saat ini perkara masih di Polsek Batuampar. Mungkin ini bisa ditarik ke Polresta atau bahkan ke Polda karena kasusnya viral dan menarik perhatian publik. Saya akan terus mengawal dan memastikan ada atau tidaknya unsur perdagangan orang. Jangan sampai ada kasus seperti ini ditutupi,” katanya.

Sebelumnya, DPAD ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan dua lantai yang diduga dijadikan mess Ladies Companion (LC). Sekuriti perumahan, Mikael, mengatakan peristiwa itu menggegerkan warga. Polisi datang ke lokasi dan menyegel bangunan tersebut.

“Polisi datang dan membawa sekitar 12 orang dari dalam rumah,” ujarnya.

Mikael menambahkan, rumah itu selama ini dihuni kelompok wanita dan menurut warga menjadi tempat aktivitas LC. Seorang pria keturunan Tionghoa disebut kerap datang ke lokasi dan juga ikut dibawa polisi.

Informasi yang diperoleh, korban mengalami penyiksaan selama beberapa hari. DPAD disebut diborgol dan dianiaya hingga mengalami luka parah. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Update