
batampos – DPRD Kota Batam meminta ketegasan PT Moya Indonesia terkait distribusi air. Hal ini dikarenakan masih ada masyarakat khususnya di kawasan Tanjunguncang kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Mereka harus menunggu hingga tengah malam nutuk mendapatkan air,
Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait permasalahan ini. Komisi III DPRD Batam pun, akan segera memanggil PT Moya Indonesia untuk dilanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Terkait permasalahan air sudah kira rencanakan untuk dilakukan pemanggilan,” ujar Arlon.
Ia melanjutkan, saat ini PT Moya Indonesia telah resmi sebagai pengelola air bersih di Kota Batam. Sehingga terkait permasalahan ini, pihaknya akan segera meminta PT Moya Indonesia untuk memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.
“Kemarin mereka baru operator sementara dari ATB. Kalau sekarang sudah sepenuhnya Moya dan jadi tanggungjawabnya Moya,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan meminta ketegasan dari pihak PT Moya Indonesia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Moya akan kita panggil,” imbuhnya.
Sebelumnya Corcomm Spam Batam, Ginda mengatakan, pihaknya telah melakukan usaha optimal untuk penyaluran air bersih. Melihat kondisi daerah di wilayah Sagulung
yang berada pada ujung pipa saluran air bersih dan elevasi daerah yang cukup tinggi,
menyebabkan durasi aliran air yang mengalir pada setiap daerah berbeda-beda waktu alirnya, terlebih lagi pada pemakaian jam puncak.
Sebagai daerah dengan sumber air baku terbatas, Kota Batam mengandalkan curah hujan yang ditampung dalam enam waduk untuk dikelola menjadi air bersih dan digunakan oleh pelanggan yang mayoritas warga Batam.
Selanjutnya, kenapa didaerah dan diwaktu tertentu air mengalir mengecil atau tidak lancar? Hal ini banyak dipengaruhi oleh jumlah pengguna dan suplai air bersih berjalan tidak seimbang,” ujarnya
“Khususnya di waktu pagi dan sore hari yang merupakan jam puncak pemakaian air termasuk pada hari libur,” ujarnya.
Ia melanjutkan, pada jam-jam tersebut hampir semua pelanggan SPAM Batam membuka kran. Itu makanya aliran air tidak sebesar biasanya. Ada beberapa pelanggan yang mengeluh terkait hal tersebut, SPAM Batam bukan mengabaikan keluhan itu.
Pertumbuhan pelanggan SPAM Batam cukup berpengaruh kepada suplai air, khususnya pada sebagian kecil pelanggan yang tinggal di wilayah dengan kontur tanah yang cukup tinggi dan didaerah ujung perpipaan, seperti daerah Sagulung.
“Maka Semakin banyak pelanggan, tentu pasokan air yang dinikmati juga akan semakin terbagi,” tuturnya.
Sisi lain yang tidak kalah pentingnya untuk kestabilan antara suplai air bersih dan sumbernya yaitu keberadaan waduk tadah hujan dan menjaga wilayah resapan air menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga secara bersama-sama.
“Batam sudah sangat maju. Kepadatan penduduknya sudah setara dengan kota besar lainnya,” jelasnya.
Sedangkan ketersediaan air bersih saat ini terbatas, sehingga perlu adanya tambahan ketersediaan air baku disamping menjaga air baku yang ada. Dan hal ini harus tetap berkelanjutan, dan sangat penting.
Air baku yang semakin berkurang dan menyusut membuat seluruh lapisan pihak harus lebih berhemat dalam menggunakan air bersih agar tetap cukup. Sehingga kelanjutan
untuk tetap menjaga pemerataan suplai air bersih terus berlanjut, dan pelanggan SPAM Batam tetap terus menikmatinya.
SPAM Batam selalu berupaya untuk memperkuat dan mengembangkan jaringan serta Instalasi Pengolahan Air untuk menjaga ketersedian air bersih. Hanya saja, memang memerlukan waktu. Ada perencanaan biaya, jalur pipa, dan lainnya.
“Selain itu dikerjakannya juga harus bertahap, tidak dapat sekaligus,” bebernya.
Upaya untuk melakukan memperbaikan kondisi tersebut dengan optimalisasi suplai air.
Kondisi ini, kami memahami sepenuhnya akan kebutuhan air ke warga, sehingga kami menyarankan agar tetap menyedikan tampungan air untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Kami juga menyiagakan mobil tangki air bersih untuk pelanggan yang mengalami gangguan suplai 1×24 jam dengan dikoordinir oleh RT/RW/Kelurahan setempat lalu menyampaikannya melalui Layanan Call Center SPAM Batam di nomor (0778) 6000200. (*)
Reporter: Eggi Idriansyah



