
batampos – Keributan terjadi antara driver ojek online dengan kelompok pengamen di Simpang Kepri Mall, Kamis (10/7) dini hari. Beruntung, keributan ini segera dibubarkan dan diamankan aparat kepolisian.
Andri, salah seorang driver mengatakan keributan ini berawal saat rekannya mendapatkan ucapan kasar dari seorang pengamen. Peristiwa tersebut dilaporkan korban ke group WhatsApp hingga puluhan driver turun ke Simpang Kepri Mall.
“Teman-teman turun sebagai bentuk solidaritas. Tapi saat kami datang mencari, kami dilempari batu,” ujarnya.
Baca Juga: Jaksa Kembalikan Berkas Penyidikan Penyelewengan Pertalite di SPBU Kabil ke Polisi
Ia menjelaskan keberadaan pengamen di kawasan tersebut sangat meresahkan. Selain melempar pengendara, para pengamen juga kerap memaksa meminta uang.
“Banyak juga yang ngamen sambil mabuk. Ini membuat pengendara jadi takut,” katanya.
Ia menjelaskan dalam keributan tersebut pihak kepolisian membawa beberapa orang ke Mapolresta Barelang. Kemudian kedua pihak dipertemukan.
“Ada beberapa orang yang diangkut. Jadi seluruh teman (driver) dan pengamen datang ke Polresta,” ungkapnya.
Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengatakan dalam keributan ini pihaknya mengamankan 8 orang yang melakukan penganiayaan.
Baca Juga: Ronaldo Diadili Atas Kasus Curanmor, Korban: Motor Saya Diparkir, Tiba-tiba Sudah Hilang
“Ada ucapan yang tidak pantas diucapkan pengamen ke driver online di Simpang Kepri Mall,” ujarnya.
Zaenal menjelaskan kedua pihak akhirnya bersepakat untuk berdamai yang dimediasi oleh pihaknya. Ia juga meminta kedua pihak untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
“Kedua pihak berakhir damai. Karena sama-sama menganiaya,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



