
batampos – Keluarga almarhum Ahmad Solihun (47), pengemudi ojek online yang meninggal dunia saat menunggu orderan di kawasan Legenda Malaka, Batam Kota, dikabarkan telah menerima perhatian dan kompensasi dari pihak Grab. Informasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Satgas Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam, Okka, yang mewakili Ketua Umum Komando, Feryandi Tarigan, dan seluruh anggota komunitas.
“Infonya sudah proses kompensasinya, tadi langsung dikonfirmasi ke ketua umum kita. Ketum mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak Grab atas perhatian dan tanggung jawabnya,” ujar Okka, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, langkah Grab ini memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga korban di tengah duka mendalam yang mereka hadapi. Namun, di balik peristiwa itu, Komando Batam menilai perlindungan bagi para pengemudi transportasi online di Batam masih jauh dari cukup. Okka berharap seluruh pengemudi ojol maupun taksi online di Batam dapat segera terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, jaminan sosial sangat penting bagi pekerja informal yang bekerja siang dan malam di jalan raya.
Baca Juga: Driver Ojol Meninggal Saat Istirahat, Kapolsek Batam Kota Sebut Korban Sempat Keluhkan Panas Dingin
“Harapan kami semua mitra online bisa terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Ini penting sebagai jaminan kalau terjadi sesuatu,” ujarnya.
Menurut data Komando, jumlah pengemudi transportasi online di Batam mencapai sekitar 1.600 orang, dengan 1.200 di antaranya aktif bekerja setiap hari. Saat ini, Pemerintah Kota Batam telah meminta komunitas dan asosiasi untuk mendata anggotanya guna percepatan program BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh pengemudi online. “Sekarang sedang berproses. Pak Amsakar minta data kembali. Semoga ke depan semua mitra bisa terdaftar segera,” kata Okka.
Ia juga menegaskan bahwa komunitas selama ini menjadi garda terdepan untuk mengurus kebutuhan anggota ketika terjadi musibah, mengingat tidak semua kejadian dijamin oleh aplikator.
“Saat ini komunitas yang menjadi garda terdepan untuk mencapai hak-hak driver,” tegasnya. Karena itu, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan dianggap penting untuk memberi perlindungan jangka panjang yang tidak bergantung pada kebijakan aplikator.
Kepada seluruh driver online di Batam, Okka berpesan agar menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri bekerja ketika tidak sehat. Ia juga meminta target orderan ke depan dapat dievaluasi demi keselamatan para pengemudi. “Perhatikan keselamatan. Kalau lelah, istirahat dulu. Apalagi saat ini Polda dan Polresta tengah melaksanakan Operasi Seligi, jadi pastikan atribut dan kelengkapan aman,” pesannya.
Sementara itu, Kapolsek Batam Kota Kompol Anak Agung Made Winarta menjelaskan kronologi lengkap meninggalnya Ahmad Solihun. Korban diketahui mengeluhkan badan panas dingin kepada rekannya saat menunggu orderan sekitar pukul 13.10 WIB. Rekan tersebut kemudian membelikan obat paracetamol sebelum korban meminta izin salat di warung, makan bubur, lalu berbaring di kursi depan ruko.
Upaya membangunkan korban sekitar pukul 15.00 WIB tidak berhasil, namun pemilik warung menduga korban hanya tertidur pulas. Hingga pukul 16.45 WIB, korban kembali dibangunkan tetapi tidak menunjukkan respons. “Saksi memegang tangan korban dan terasa dingin,” kata Kompol Anak Agung. Ketua RT kemudian dihubungi, yang selanjutnya menghubungi Polsek Batam Kota.
Petugas Polsek tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB untuk mengamankan TKP. Tim Identifikasi Polresta Barelang beserta RS Bhayangkara tiba pukul 18.10 WIB dan melakukan olah TKP. Pada pukul 18.52 WIB, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan sosial bagi pengemudi ojol yang bekerja tanpa henti demi keluarga mereka. (*)
Reporter: Eusebius Sara



