Jumat, 9 Januari 2026

Driver Ojol Meninggal Saat Istirahat, Kapolsek Batam Kota Sebut Korban Sempat Keluhkan Panas Dingin

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi mayat.

batampos – Seorang pengemudi ojek online, Ahmad Sholihun, 47, ditemukan meninggal dunia saat beristirahat di sebuah warung makan kawasan Legenda Malaka, Batam Kota, Selasa (18/11) sore.

Korban ditemukan tak bernyawa oleh anak pemilik warung yang mencoba membangunkannya karena hari mulai petang. Namun, Sholihun tidak merespons. “Pas dibangunin karena sudah sore, nggak bangun-bangun, rupanya sudah nggak ada,” ujar seorang warga, Rabu (19/11).

Warga sekitar mengungkapkan bahwa Sholihun memang kerap mangkal dan beristirahat di warung tersebut sambil menunggu orderan masuk. Lokasi kosnya yang tidak jauh membuatnya sering singgah untuk rehat di sela pekerjaannya.

Sebelum meninggal, pria asal Cilacap itu mengeluhkan demam dan sempat mengonsumsi obat paracetamol. “Biasanya dia tiduran di situ. Tahu-tahu pas dibangunin sudah nggak ada,” kata warga lain.

Baca Juga: Pengendara Saling Ngotot, Picu Kemacetan di Bundaran Basecamp

Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta membenarkan bahwa korban sebelumnya sempat mengaku tidak enak badan dan meminta tolong seorang rekan sesama pengemudi untuk membelikan obat.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sekitar pukul 13.10 WIB korban bercerita kepada rekannya bahwa tubuhnya terasa panas dingin sebelum meminta dibelikan paracetamol. Setelah salat dan makan bubur, korban kembali berbaring di kursi depan warung untuk beristirahat.

“Saksi sudah beberapa kali mencoba membangunkan korban, pertama sekitar pukul 15.00 WIB dan mengira korban hanya tertidur pulas. Namun pada pukul 16.45 WIB saat dicek kembali, tubuh korban sudah terasa dingin dan tidak ada respons,” ujar Kapolsek Batam Kota.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT, yang selanjutnya menghubungi Polsek Batam Kota. Sekitar pukul 17.30 WIB, personel Polsek Batam Kota tiba di lokasi untuk mengamankan TKP.

Tim Identifikasi Polresta Barelang bersama petugas RS Bhayangkara tiba sekitar pukul 18.10 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. “Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara pada pukul 18.52 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Kapolsek, memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca Juga: Hanggar F BAT Diresmikan, Target Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Tahun 2030

Rekan-rekan korban mengaku terpukul atas kepergian Sholihun, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan jarang mengeluh. “Beliau ini kerja terus, semangat. Sakit pun ditahan,” kata Kang Di, salah satu rekan sesama ojol.

Meski sedang kurang sehat, katanya, ritme kerja Sholihun nyaris tidak berubah dan ia tetap bekerja seperti biasa demi menafkahi keluarganya di Cilacap.

Sholihun meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih bersekolah, masing-masing duduk di bangku SMP dan SD. Selama ini, penghasilannya dikirim ke kampung halaman untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Mendengar kabar duka itu, komunitas ojol di Batam langsung bergerak membantu proses administrasi dan pemulangan jenazah. Rabu (19/11) siang, jenazah diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim menuju Yogyakarta sebelum diteruskan ke Cilacap.

Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam turut menyampaikan duka cita mendalam dan berharap pihak aplikasi, dalam hal ini Grab, memberikan tanggung jawab moral dan finansial kepada keluarga korban.

“Beliau meninggal saat menunggu orderan. Kami berharap ada kompensasi yang layak,” kata Oka, Wakil Ketua Komando Batam. Komunitas ojol juga mendampingi proses penghormatan terakhir di RS Bhayangkara. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Update