batampos – Dua hari sejak pemerintah memberikan fasilitas bebas visa kunjungan khusus wisata sembilan negara dan visa kunjungan saat kedatangan atau Visa on Arrival (VoA) 25 negara, ternyata masih sepi peminat. Bahkan, belum ada wisman menggunakan fasilitas VoA, sedang bebas visa baru delapan orang.
Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdila, mengatakan, sesuai Surat Edaran (SE) yang keluarkan, ada lima pintu masuk yang dibuka untuk wisman masuk ke Batam.
Pintu masuk itu mulai dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Nongsa Terminal Bahari Batam, TPI Batam Center, TPI Sekupang, TPI Citra Tri Tunas Harbour Bay, dan TPI Marina Teluk Senimba.
”Untuk kemarin (Selasa, 22/3, red) yang datang menggunakan fasilitas bebas visa jumlahnya satu orang. Sementara untuk yang datang menggunakan fasilitas VoA masih nihil,” ujarnya, Rabu (23/3/2022).
Sementara itu, terkait belasan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk melalui Pelabuhan Harbour Bay pada Selasa (22/3) lalu, ia belum dapat memastikan apakah WNA itu masuk untuk tujuan wisata, kunjungan kerja atau kunjungan keluarga.

Foto: Dalil Harahap / Batam Pos
”Saya belum dapat pastikan. Karena kemarin (Selasa, red) sudah saya konfirmasi belum ada respon. Sementara saya masih menunggu info dari teman-teman di pelabuhan,” ujarnya.
Sementara itu, pada Rabu (23/3) kemarin, dari 26 WNA masuk ke Batam melalui Pelabuhan Internasional Harbour Bay, Batuampar, belum ada yang menggunakan fasilitas VoA. Sementara yang menggunakan fasilitas bebas visa untuk kunjungan wisata hanya tujuh orang.
Dengan demikian, dua hari pemberlakukan fasilitas itu, baru delapan wisman yang menggunakan fasilitas bebas visa, sedangkan VoA nihil. Selebihnya ada yang berstatus pekerja di berbagai perusahaan di Batam dan ada juga yang kunjungan keluarga.
Tessa menambahkan, dalam menindaklanjuti terbitnya Surat Edaran mengenai pemberian fasilitas bebas visa kunjungan khusus wisata dan VoA, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam sudah melakukan antisipasi. Apabila ada penambahan Warga Negara Asing yang akan masuk ke Kota Batam, pihaknya sudah siap.
”Personel, sarana, dan pra sarana sudah siap semua. Namun belum ada penambahan WNA yang masuk saat ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor IMI-0533.GR.01.01 Tahun 2022. Tentang kemudahan keimigrasian dalam rangka mendukung pariwisata berkelanjutan di kawasan Batam dan Bintan pada masa pandemi Covid-19.
SE tersebut mulai berlaku pada tanggal 22 Maret 2022 Pukul 00.00 WIB. Dalam SE itu diberikan bebas visa kunjungan khusus wisata untuk Wisman yang berasal dari Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Sementara 25 negara yang diberikan fasilitas VoA yakni, Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, Belanda, Brunei Darussalam, Filipina, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Meksiko, Myanmar, Prancis, Singapura, Spanyol, Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.
”Untuk yang menggunakan fasilitas bebas visa kunjungan wisata, diberikan izin tinggal paling lama 14 hari dan tidak bisa diperpanjang. Sementara untuk yang menggunakan fasilitas VoA diberikan izin tinggal kunjungan 30 hari dan itu dapat diperpanjang satu kali,” kata Tessa.
Di Pelabuhan Harbour Bay, Manager Agen Kapal Harbour Bay, Epi saat ditemui di pelabuhan kemarin membenarkan ada 26 WNA masuk Batam melalui perlabuhan tersebut. Terdiri dari dua warga negara India, satu orang WN Kanada, dan satu WN Australia.
”Total 94 penumpang. 26 WNA, selebihnya WNI,” ujar ujar Epi.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Harbour Bay saat ini khusus melayani penumpang dengan tujuan atau dari Singapura. Dalam sehari, pelabuhan ini melayani satu trip pelayaran.
”Pelabuhan ini (Harbour Bay) khusus Singapura. Kalau penumpang yang dari Malaysia masuknya dari Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center,” katanya.
Ia menambahkan, dengan mulai adanya wisman masuk ke Batam, maka pemeriksaan protokol kesehatan akan diperketat. Seperti membatasi atau memberikan jarak penumpang yang turun dari kapal.
”Tidak dibolehkan ada penumpukan. Dari pemeriksaan petugas hingga di area kedatangan,” jelasnya.
Sedang Kapolsek Kawasan Khusus Pelabuhan (KKP) Batam, AKP Yusriadi Yusuf, menambahkan, saat ini wisman sudah mulai ada masuk ke Batam. Hal ini didukung dengan kebijakan pemerintah dan kemudahan bagi wisman.
”Bila WNA atau WNI yang tiba di Batam akan di PCR ulang, sambil menunggu hasil dan karantina 1×24 jam. Bagi WNI yang domisilinya di Batam karantina di rumah sendiri,” kata Yusuf.
Yusuf menjelaskan, saat ini ada tiga pelabuhan Internasional di Batam yang sudah dibuka. Yaitu Pelabuhan Harbourbay 1 trip setiap hari, Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center 2 trip dan Nongsapura 1 trip, khusus pada hari Kamis, Jumat, Sab-tu, dan Minggu.
”Rata-rata 85-90 penumpang setiap hari. Saat ini penumpang masih didominasi WNI dan selebihnya WNA untuk urusan pekerjaan,” tutupnya.
Penumpang di Pelabuhan Batam Center Masih Nihil
Sementara itu, arus penumpang warga negara asing (WNA) yang masuk dari Pelabuhan Internasional Feri Batam Center masih nihil, Rabu (23/3). Padahal kemarin adalah hari kedua diberlakukannya bebas visa atau kunjungan oleh pemerintah pusat dan VoA.

General Manajer Pelabuhan Internasional Feri Batam Center, Nika Astaga, memastikan belum wisman atau WNA lewat pelabuhan tersebut. Pihaknya juga belum menerima surat resmi terkait adanya aturan tersebut.
”Sampai saat ini surat resmi belum ada, penumpang pun masih nihil,” ujar Nika.
Menurut dia, jika sudah ada arus penumpang, dipastikan aktivitas di pelabuhan tersebut akan ramai. Mengingat Pelabuhan Batam Center adalah jalur yang sangat diminati wisman karena letaknya yang strategis.
”Bisa dilihatkan, masih sepi. Kalau ada pasti sudah ramai,” tegas Nika.
Dikatakan Nika, sampai kemarin fasilitas di Pelabuhan Internasional itu hanya digunakan untuk pemulangan PMI yang dideportasi dari Malaysia. Sedangkan untuk penumpang lainnya masih nihil. ”Masih PMI saja,” ucapnya. (*)
Reporter : EGGI IDRIANSYAH | YOFI YUHENDRI | YASHINTA
Editor : RYAN AGUNG



