
batampos –Warga Perumahan GPI Bougenville, Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Kamis (7/5) malam.
Korban diketahui berinisial JG (44). Ia ditemukan setelah warga menaruh curiga lantaran sudah dua hari tak terlihat dan tak dapat dihubungi.
Kecurigaan warga semakin kuat setelah tercium aroma tidak sedap dari arah rumah korban yang berada di Blok M perumahan tersebut.
Sekitar pukul 22.00 WIB, sejumlah warga mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya. Mereka sempat memanggil dari luar rumah, namun tak ada jawaban.
Setelah pintu rumah berhasil dibuka, warga dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah tergantung di area dekat ruang cuci piring.
Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sekupang. Tak lama berselang, personel kepolisian bersama Tim Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi jasad korban.
Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan polisi menerima laporan dari warga pada Kamis malam dan langsung bergerak ke lokasi.
“Benar, kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju TKP untuk melakukan evakuasi bersama Tim Inafis,” ujar Riyanto, Jumat (8/5).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban selain bekas jeratan di leher.
“Tidak ditemukan luka terbuka atau tanda kekerasan lainnya. Saat ditemukan, posisi korban masih tergantung dengan seutas tali,” katanya.
Saat dievakuasi, kondisi jasad korban disebut sudah mulai membusuk. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui tinggal seorang diri setelah berpisah ranjang dengan istrinya sejak sekitar satu setengah tahun terakhir.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban disebut sempat menghubungi mantan istrinya dan mengajak untuk kembali rujuk. Namun ajakan tersebut ditolak.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah kondisi rumah tangga menjadi pemicu korban mengakhiri hidupnya.
“Kami masih melakukan pendalaman. Di lokasi juga tidak ditemukan surat ataupun pesan yang ditinggalkan korban,” ujar Riyanto.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.(*)

