Sabtu, 17 Januari 2026

Dua Kapal Kargo Tabrakan di Jalur Padat Selat Malaka

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapal MV CMA CGM Niagara bertabrakan dengan kapal TB Harbour Dragon di Traffic Separation Scheme (TSS) antara Selat Malaka dan Selat Singapura, Kamis (24/12) sekira pukul 20.08 waktu setempat. F. Dokumentasi KSOP Khusus Batam

batampos – Insiden kecelakaan laut terjadi di jalur pelayaran padat Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura. Kapal kargo kontainer MV CMA CGM Niagara dilaporkan bertabrakan dengan kapal tunda TB Harbour Dragon yang menarik tongkang Harbour Jupiter, Kamis (24/12) malam.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, M Takwim Masuku, mengatakan laporan kejadian diterima pada Kamis, 24 Desember 2025. Insiden terjadi sekitar pukul 20.08 waktu setempat saat kedua kapal melintas di jalur TSS.

TB Harbour Dragon berbendera Malaysia diketahui tengah menarik tongkang Harbour Jupiter menuju Sibu, Sarawak, Malaysia. Kapal tunda tersebut diawaki 10 kru. Sementara MV CMA CGM Niagara, kapal kargo kontainer berbendera Malta, membawa 25 kru.

Baca Juga: Sekolah di Batam Terima Smart TV hingga Laptop

“Berdasarkan keterangan dari MV CMA CGM, kapal mengalami kehilangan kendali sehingga menabrak sisi lambung kiri tongkang Harbour Jupiter,” ujar Takwim dalam keterangan resminya.

Akibat tabrakan tersebut, tongkang Harbour Jupiter mengalami kerusakan pada struktur sisi kiri. Meski demikian, seluruh kru dari kedua kapal dipastikan selamat. KSOP juga memastikan tidak ditemukan pencemaran laut di sekitar lokasi kejadian.

Saat ini, MV CMA CGM Niagara, TB Harbour Dragon, serta tongkang Harbour Jupiter telah berlabuh di perairan sekitar Nongsa, Batam, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut, KSOP Khusus Batam mengerahkan kapal patroli KNP 376 ke lokasi, melakukan pemeriksaan perairan guna memastikan tidak terjadi pencemaran, serta menurunkan petugas Port State Control Officer (PSCO) ke atas MV CMA CGM Niagara untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan.

Baca Juga: Disdukcapil Batam Tetap Layani Warga Rentan dari RS hingga ke Bazar

“KSOP juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait serta menugaskan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk melakukan pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.

Menurut Takwim, prioritas utama penanganan insiden ini adalah memastikan keselamatan seluruh kru, perlindungan lingkungan maritim, serta menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas pelayaran di perairan Batam dan sekitarnya.

“Insiden ini masih dalam proses penanganan dan kami terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” tegasnya. (*)

Update