
batampos – Dua kontainer tambahan telur ayam buras asal Medan akhirnya sampai di Batam. Namun sayangnya, penambahan dua kontainer telur itu tak terlalu berdampak pada tingginya harga telur ayam buras di pasaran.
Pantauan Batam Pos disejumlah swalayan, harga telur ayam buras berkisar Rp 18-19 ribu per pack isi 10 butir. Sedangkan untuk per papan mulai Rp 55-57 ribu. Harga telur ayam buras ini mengalami penurunan sekitar Rp 1000 dibanding dua hari lalu.
“Sudah turun, cuma turunnya dikit, dari Rp 58 jadi Rp 57 ribu perpapan, ” ujar salah seorang karyawan swalayan.
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau mengakui dua kontainer tambahan telur ayam buras sesuai permintaan kepada distributor lainnya telah sampai di Batam. Namun penambahan itu hanya sedikit berpengaruh terhadap harg telur ayam buras di pasaran.
“Sudah datang, tapi tak terlalu berdampak besar. Hanya bisa pengaruh turunkan sedikit harga telur, ” ujar Gustian dihubungi kemarin.
Menurut dia, dua kontainer telur baru datang itu ternyata juga berasal dari Medan. Dimana harga yang didapat tak jauh beda dengan harga yang didapat distributor sebelumnya.
“Telur ini datang dari Medan juga, namun memang lokasi perternaknya beda dari yang biasa diambil distributor di Batam. Beda harganya hanya sedikit,” imbuhnya.
Meski begitu, Gustian telah mencari solusi lainnya dari tingginya harga telur. Dengan melakukan survei kebeberaoa daerah di Sumatrabarat.
“Nah kami dapat info di Payakumbuh, nah ini yang akan kami jajaki, mana tahu harganya bisa jauh lebih murah,” imbuh Gustian.
Tak hanya memastikan telur dari daerah penghasil, Gustian juga berencana menyuplai pakan ternak untuk pertenak di Batam. Rencananya pakan ternak itu didatangkan dari Pekanbaru, yang harganya jauh lebih murah dibandingkan Batam.
“Jadi slaah satu masalah pertenak lokal di Batam adalah pakan ternak, kami coba carikan solusi pakan ternak dari Pekanbaru, jauh lebih murah,” terangnya.
Para pertenak lokal, lanjut Gustian akan dipanggil Senin depan ke Kantor Disperindag. Gustian mengaku ingin mencarikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi peternak.
“Jadi memang nanti kami ingin dengar juga dari mereka. Semoga dengan adanya rencana memasukan pakan ternak dari luar ini bisa membantu pertenak lokal, sehingga harga telur bisa normal kembali,” ujar Gustian.
Sementara, Loli penjual aneka kue di kawasan Nongsa mengeluhkan harga telur yang melambung. Padahal telur merupakan salah satu bahan utama untuk membuat kue.
“Bingung modal buat kue naiknya lumayan juga. Mau naikan harga, tak enak juga soalnya sebelum lebaran kemarin dah naikin harga juga,” imbuh Loli.
Karena itu, ia berharap pemerintah bisa segera mencarikan solusi untuk menekan harga telur. Jangan sampai harga telur naiknya lama.
“Kalau bisa segera turun, jangan lama-lama. Stress saya kalau semua naik kek gini,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Ketua Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto mengatakan harga telur naik dari daerah asal. Dimana modal harga telur naik karena pakan ternak naik. Untuk Batam, kebutuhan telur sebanyak 65 kontainer per bulan. Dimana satu kontainer berisi 1.060 ikat, satu ikatnya berisi 5 papan telur. (*)
Reporter : Yashinta



