Sabtu, 7 Februari 2026

Dua Mahkota di Usia 9 Tahun, Langkah Kecil yang Menembus Panggung Besar

Dari Batam ke Panggung Nasional, Elizabeth Sarwenda Mengharumkan Nama Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Elizabeth Sarwenda saat tampil di salah satu event model nasional. Diusianya yang masih sangat muda, sudah bertabur prestasi dan kini siap bersaing di event internasional. F. Dokumentasi Elizabeth

Mahkota itu berkilau di bawah sorot lampu. Namun bagi Elizabeth Sarwenda, kilau sesungguhnya datang dari perjalanan panjang yang dilaluinya. Di usia sembilan tahun, gadis kecil asal Kota Batam ini pulang dari panggung nasional Grand Model Indonesia (GMI) dengan dua mahkota sekaligus—sebuah pencapaian yang melampaui sekadar kemenangan lomba.

ELIZABETH dinobatkan sebagai Winner kategori Mini Miss dan 1st Runner Up Miss Popular. Dua selempang—Winner dan Popular—tersemat di dadanya, menandai keberhasilannya menaklukkan persaingan ketat di tingkat nasional. Ia juga membawa pulang sejumlah penghargaan lain: piala Winner, piala Runner Up, serta piagam Top 5, melengkapi prestasi yang nyaris sempurna.

Tak berhenti di situ, Elizabeth kembali mencuri perhatian lewat gelar tambahan: Winner Best Costume National, Winner Best Interview Award, dan Winner Fashionista Star Award. Deretan penghargaan ini menegaskan bahwa penilaian tidak semata bertumpu pada langkah di catwalk, tetapi juga pada keberanian berbicara, kepercayaan diri, dan karakter personal.


Di atas panggung, Elizabeth tak hanya berlenggak. Ia juga menampilkan bakat bermain biola—salah satu sesi krusial dalam kompetisi yang konsepnya menyerupai ajang Miss Indonesia, dengan perbedaan utama pada kategori usia anak-anak dalam kelas Mini Miss. Di arena inilah, Elizabeth tampil menonjol.

Proses Panjang di Balik Sorotan

Sorot lampu dan tepuk tangan penonton hanya menyinari hasil akhir. Di baliknya, ada proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan ketekunan.

Elizabeth merupakan putri dari Yolanda. Sejak usia enam tahun, ia sudah menunjukkan keberanian tampil di depan umum. Namun keseriusannya menekuni dunia modeling baru dimulai sekitar satu tahun terakhir, tepatnya awal 2025, ketika bergabung dengan Youngstar Production Batam.

“Sejak kecil dia memang berani tampil dan percaya diri. Dari situlah saya melihat ada bakat dan ketertarikan di bidang ini,” ujar Yolanda kepada Batam Pos, Kamis (5/2).

Sebelum menembus panggung nasional, Elizabeth telah malang melintang di berbagai lomba modeling tingkat kota di Batam. Beragam ajang fashion show dilaluinya, mulai dari busana Imlek, busana adat Nusantara, hingga busana kasual.

“Kalau lomba-lomba di Batam, cukup sering diikuti. Alhamdulillah juga sering meraih penghargaan, seperti piala, piagam, dan uang tunai,” kata Yolanda.

Satu-satunya Wakil Kepri

Tahun ini menjadi titik balik penting. Untuk pertama kalinya, Elizabeth tampil di tingkat nasional melalui ajang Grand Model Indonesia di Jakarta. Ia dipercaya mewakili Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan menjadi satu-satunya perwakilan dari daerah tersebut.

Ajang ini berlangsung pada 28 Januari hingga 2 Februari 2026. Selama lima hari, para peserta menjalani karantina ketat—empat hari karantina intensif dan satu hari grand final.

“Selama karantina, aktivitasnya sangat padat. Bangun jam empat subuh untuk make up, dan baru selesai sekitar jam dua belas malam. Itu berlangsung selama lima hari,” tutur Yolanda.

Bagi anak seusia Elizabeth, jadwal sepadat itu tentu bukan perkara mudah. Namun disiplin dan ketekunannya berbuah manis. Dari 16 peserta kategori Mini Miss yang berasal dari berbagai provinsi—Aceh, Pinrang, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, hingga Bangka Belitung—Elizabeth berhasil keluar sebagai Winner. Dari 54 peserta kategori Miss Popular, ia juga meraih 1st Runner Up.

“Untuk anak usia 9 tahun, itu luar biasa. Dia bisa melewati semua proses sampai akhirnya menjadi winner. Itu momen yang paling membekas dan membuat saya sangat terharu,” ujar Yolanda.

Sekolah, Keluarga, dan Karakter

Saat ini, Elizabeth duduk di kelas IV SD Yehonala. Meski aktif di dunia modeling, pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Latihan modeling dijalani sekitar dua kali sepekan dan tidak mengganggu kegiatan belajar.

“Pihak sekolah sangat mendukung, selama tidak mengganggu aktivitas belajar,” jelas Yolanda.

Elizabeth merupakan anak pertama dari dua bersaudara, lahir dari ayah berdarah Tionghoa dan ibu bersuku Jawa. Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanannya.

“Kami selalu mendukung, baik secara moral maupun emosional. Tapi kami juga selalu mengingatkan Elizabeth untuk tetap rendah hati dan terus belajar,” katanya.

Menuju Panggung Internasional

Usai menorehkan prestasi di tingkat nasional, langkah Elizabeth belum berhenti. Ia dijadwalkan mengikuti ajang internasional pada akhir tahun ini, membawa nama Indonesia ke panggung yang lebih luas.

Bagi Yolanda, prestasi bukanlah tujuan akhir. “Harapan saya, Elizabeth tetap menjadi anak yang rendah hati, disiplin, dan berpendidikan baik. Prestasi itu penting, tapi karakter, sopan santun, dan pendidikan adalah bekal utama untuk masa depan yang baik,” ujarnya.

Di usia yang masih belia, Elizabeth Sarwenda telah membuktikan bahwa langkah kecil, bila dijalani dengan tekun, mampu menembus panggung besar—dari Batam, ke nasional, dan segera ke dunia. (***)

ReporterM. Sya'ban

Update