
batampos – Sudah dua pekan sampah menumpuk di depan rumah warga Perumahan Marina Park, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam. Kondisi ini membuat masyarakat resah karena aroma tak sedap menyelimuti lingkungan, serta menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
Menurut warga, penumpukan sampah ini mulai terjadi sejak perayaan Idul Adha lalu. Selama dua pekan, sampah rumah tangga tidak diangkut dan menumpuk di depan rumah warga. Selain merusak pemandangan, kondisi ini juga memicu timbulnya serangga dan hewan liar seperti tikus dan lalat.
Ketua RT 01/RW 23 Tanjunguncang, Surya Darma Sitompul, mengatakan pihaknya telah menerima banyak keluhan dari warga. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menormalkan kembali pengangkutan sampah.
Baca Juga: SPMB 2025 di Kepri Terapkan Sistem Gabungan Daring-Luring, Ini Jadwal Lengkapnya
“Kami sudah bayar iuran sampah setiap bulan. Tolonglah ini segera diangkut agar lingkungan kembali bersih dan nyaman,” ujarnya, Rabu (11/6).
Surya Darma juga menyebutkan bahwa penumpukan ini sering menimbulkan gesekan antarwarga. Beberapa warga mulai saling menyalahkan, bahkan ada yang memilih membakar sampah di depan rumahnya, yang justru memperparah pencemaran udara.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Camat Batuaji, Anwaruddin, memberikan penjelasan bahwa penumpukan ini disebabkan oleh antrean panjang di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
“Saat armada dari perumahan hendak membuang sampah ke bin container TPS di wilayah Marina, mereka harus mengantre lama karena semua kontainer sudah penuh,” jelasnya.
Baca Juga: Baru 30 Persen Wajib Pajak yang Bayar, Bapenda Batam Perpanjang Batas Waktu Pembayaran PBJT
Menurut Anwaruddin, keterbatasan kapasitas bin container membuat proses pembuangan sampah dari perumahan menjadi terhambat. “Memang ini jadi kendala, tapi kami sudah kerahkan masyarakat untuk gotong-royong dan armada pengangkut juga segera akan diturunkan kembali untuk mempercepat penanganan,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak kecamatan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan dinas kebersihan untuk memastikan ketersediaan kontainer dan mempercepat proses pengangkutan. Warga berharap agar masalah ini segera ditangani agar tak berlarut-larut dan membahayakan kesehatan lingkungan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



