Kamis, 2 April 2026

Dua Percobaan Bunuh Diri Dalam 2 Pekan, Motifnya Dipicu Persoalan Asmara

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mario Sariando Hutagalung yang sebelumnya diduga terjun dari Jembatan I Barelang ditemukan dalam kondisi selamat, Selasa (31/3) malam.

batampos – Dalam dua pekan terakhir, dua upaya bunuh diri terjadi di kawasan Jembatan 1 Barelang. Kedua peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan asmara.

Peristiwa terbaru melibatkan Mario Sarlando Hutagalung. Pemuda itu berhasil diselamatkan nelayan yang sedang mencari cumi di sekitar perairan Barelang, Selasa (31/3) malam.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan korban mengaku nekat melakukan tindakan tersebut karena masalah hubungan. “Pengakuannya karena putus cinta,” ujarnya.

Sebelum korban ditemukan, warga sempat melihat sejumlah barang miliknya tertinggal di atas Jembatan 1 Barelang, seperti kartu identitas kerja, sandal, dan telepon genggam.

Baca Juga: Wamen ESDM Pastikan Ketersediaan BBM di Kepri, Distribusi Jadi Perhatian

Setelah berhasil ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi memastikan kondisi korban saat ini dalam keadaan baik.

“Setelah ditemukan korban dibawa ke rumah sakit. Kondisinya baik, hanya mengalami memar,” kata Aris.

Sebelumnya, seorang perempuan berusia 21 tahun juga sempat melakukan tindakan serupa di lokasi yang sama. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan pengemudi ojek online bersama petugas kepolisian.

Psikolog Irfan Aulia menilai, orang yang berada dalam kondisi sangat tertekan umumnya mengalami ruminasi, yakni pikiran negatif yang muncul terus-menerus dan sulit dihentikan.

Menurutnya, pikiran tersebut biasanya berkaitan dengan persoalan hidup, seperti konflik hubungan, tekanan ekonomi, masalah keluarga, pekerjaan, hingga penilaian buruk terhadap diri sendiri.

“Pada dasarnya, orang yang berada dalam kondisi tersebut mengalami ruminasi, berpikir buruk terus-menerus tentang dirinya maupun situasinya. Akibatnya, ia merasa lemah dan tidak berdaya menghadapi masalah,” ujarnya.

Baca Juga: Curanmor Marak di Sagulung, Polisi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Irfan menjelaskan, sebelum seseorang berada pada kondisi paling rentan, biasanya ada sejumlah tanda yang muncul. Mulai dari merasa sendiri, kehilangan tempat bercerita, hingga menganggap persoalan yang dihadapi tidak akan pernah selesai.

“Orang yang berada dalam kondisi ini umumnya melewati fase merasa sendiri, tidak punya tempat bercerita, dan menganggap tidak ada lagi jalan keluar,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku seseorang. Dukungan emosional dan ruang untuk bercerita dinilai dapat membantu mencegah seseorang mengambil keputusan yang membahayakan dirinya.(*)

UPDATE