
batampos – Dalam semangat membangun kemitraan antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal, dosen Universitas Batam yang terdiri dari program studi sistem informasi, program studi teknik mesin, program studi manajemen dan akuntansi sukses melaksanakan kegiatan penelitian bersama mitra UMKM Cindur Batik.
Program ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Kegiatan penelitian ini berfokus pada pengembangan aplikasi e-commerce terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan (AI) untuk UMKM Cindur Batik.
Ketua tim penelitian, Dr. John Friadi menyatakan kegiatan penelitian ini bertujuan membuat aplikasi e-commerce terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan sehingga UMKM Cindur Batik dapat memanfaatkan platform ini untuk mengoptimalkan strategi penjualan dan pemasaran digital.
Platform ini menawarkan rekomendasi produk berdasarkan produk yang banyak diminta oleh pelanggan dan mendukung pelayanan pelanggan 24 jam.
Hal ini menjadikan UMKM Cindur Batik mampu menjangkau pasar yang lebih luas sehingga dapat mengatasi permasalah terhadap distribusi produk.
Penelitian ini dimulai dengan melakukan wawancara dan observasi untuk pengumpulan data, selanjutnya melakukan perancangan dan pengembangan aplikasi serta pengujian.
Untuk evaluasi dan peningkatan kemampuan aplikasi yang dikembangan, tim penelitian melakukan FGD yang dihadiri oleh para stakeholder yang terdiri dari akademisi, praktisi IT, dan pelaku UMKM.
Diskusi yang dilakukan selama lebih kurang 3 jam ini berlangsung dengan interaktif dan menyenangkan. Kegiatan dimulai dengan memaparkan progress pengembangan aplikasi e-commerce yang terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan chatbot yang disampaikan oleh Dr. John Friadi.

Tim developer melakukan simulasi penggunaan aplikasi dan menunjukkan cara kerja secara sederhana. Dari simulasi sederhana, dapat ditunjukkan bahwa dalam aplikasi ini selain terdapat menu katalog produk, pembelian dan pembayaran, ditambahkan program sistem informasi geografis dan memiliki fitur Live chat dan AI Chatbot.
Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam kegiatan FGD ini antara lain perlunya menambahkan deskripsi pada masing-masing produk di etalase yang belum ditemukan dalam aplikasi ini.
Selain itu, Dr. Sarmini selaku perwakilan akademisi menambahkan bahwa perlu untuk membuat slogan ataupun logo yang persuasif dan eyecatching, sehingga menarik dan meningkatkan minat para calon pembeli.
Sri Ekowati Budi Rahayu, pemilik UMKM Cindur Batik Batam, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Batam.
Menurutnya penyediaan platform e-commerce yang dikembangkan ini sangat bermanfaat bagi pihak UMKM. “Dulu kami hanya menjual produk batik di wilayah Batam, tetapi sekarang kami bisa mempromosikannya secara online dengan sistem yang lebih profesional,” ujarnya.
Pihak UMKM juga menyatakan perlunya pendampingan berkelanjutan agar implementasi sistem dapat berjalan efektif.
Dari pihak dosen Universitas Batam dan tim developer aplikasi, telah menyiapkan jadwal untuk melakukan pembekalan dan pelatihan bagi personel admin dari pengguna, yaitu UMKM Cindur Batik.
Kegiatan FGD ini menjadi bagian penting untuk menyempurnakan kegiatan penelitian dosen Universitas Batam dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif lokal.
Dengan adanya platform aplikasi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan UMKM di Batam untuk dapat go global.
Kegiatan penelitian “Optimalisasi UMKM Cerdas Kota Batam Melalui Pengembangan Platform E-Commerce Terintegrasi Sistem Informasi Geografis dan Kecerdasan Buatan” ini berlangsung dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan yang berkelanjutan antara kampus dan UMKM, serta mampu mendorong inovasi berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Batam menegaskan kembali dedikasinya untuk senantiasa mendorong pemberdayaan UMKM sekaligus meningkatkan reputasi Batam sebagai pusat ekonomi kreatif yang kompetitif. (*/adv)



