Sabtu, 14 Februari 2026

Durian Pak Bozz, Puaskan Pecinta Durian di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengunjung menikmati durian di warung warung Durian Pak Bozz, Kamis (9/6). (F.Juanda)

batampos – Durian Pak Bozz menjadi salah satu tujuan para pecinta durian di Batam. Lokasi warung durian yang terletak tak jauh dari Rumah Sakit Elisabeth Batamkota ini, sangat memuaskan lidah para pecinta durian. Sebab, sesuai dengan moto warung Durian Pak Bozz.

“Ada garansi duriannya, jika asam, mentah, busuk dan hambar bisa ditukar. Sebab kami ingin memberikan kepuasan bagi pembeli durian di sini,” kata Pengelola Warung Durian Pak Bozz, Erwin, Jumat (10/6).

Karena moto ini, Erwin mengaku duriannya laris manis. Ia mengaku dalam seminggu, menghabiskan sekitar 1.500 buah durian. “Jadi sebulan itu, 6 ribu butir durian. Saya merasa durian di Batam itu cukup mahal. Oleh sebab itu, saya ingin masyarakat mencicipi durian, tapi merasakan kepuasan memakannya. Sebab, saya pernah mengalami hal yang tak enak, makan durian tapi rasanya tak enak,” ungkap Erwin.


Ia menyediakan berbagai jenis durian, mulai dari durian kampung, montong thailand, ganghai, d13, d24, udang merah, duri hitam, bawor dan musang king. “Harga perkilonya bervariasi. Mulai dari yang Rp 30 ribu per kilogramnya hingga Rp 400 ribu per kilogramnya,” ujar Erwin.

Warung Durian Pak Bozz mulai buka dari pukul 11.00 hingga 24.00. Erwin mengaku masyarakat ramai membeli durian di sore hari dan setelah magrib. “Kami juga menyediakan ketan atau pulut, lalu juga ada durian kupas, pancake, bubur kacang hijau, sop durian dan es durian,” ungkapnya.

Di Jumat ini, kata Erwin. ada program all you can eat. Masyarakat boleh makan durian sepuasnya, dengan hanya membayar Rp 100 ribu. “Program ini pasti akan berlanjut, namun waktunya tidak menentu. Bisa pantau instagram kami. Program all you can eat beberapa waktu lalu, ada ibu-ibu berhasil memakan 17 butir durian,” ujar Erwin.

Program all you can eat ini, kata Erwin, tidak bisa ditentukan waktunya. Sebab tergantung pasokan durian.

Kepada masyarakat, Erwin memberikan sedikit rahasia. Ia mengatakan durian yang sudah matang, saat dipukul benda tumpul bunyi sedikit lebih berat.

“Beg beg beg gitu bunyi. Namun, jika suaranya nyaring, masih mentah. Setiap durian punya karakteristik berbeda, durian tanjungbatu memiliki duri kecil dan rapat, sedangkan durian kampung memiliki duri yang besar-besar, sedangkan durian musang king durinya kecil-kecil, tapi warnanya hijau terang,” tutur pria yang juga menyukai otomotif tersebut. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

Update