
batampos – Perekonomian menutup tahun 2025 dengan kinerja yang kuat. Data (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen secara tahunan (year-on-year), meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 3,27 persen.
Lonjakan pada akhir tahun tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2025 mencapai 6,76 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batam pada tahun tersebut tercatat sebesar Rp253,64 triliun.
Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren meningkat secara konsisten. Pada Triwulan I, ekonomi Batam tumbuh 5,17 persen, kemudian naik menjadi 6,66 persen pada Triwulan II, meningkat lagi menjadi 6,89 persen pada Triwulan III, hingga mencapai puncaknya pada Triwulan IV sebesar 7,49 persen.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, kinerja tersebut mencerminkan kuatnya peran sektor industri dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi Batam.
“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai lonjakan pertumbuhan pada Triwulan IV menjadi indikator bahwa investasi yang masuk mulai terkonversi menjadi aktivitas produksi.
“Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” katanya.
Dari sisi struktur ekonomi, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian Batam dengan kontribusi sebesar 57,01 persen terhadap PDRB. Selain itu, pertumbuhan sektor listrik dan gas yang mencapai 11,90 persen serta sektor real estate sebesar 14,70 persen mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi.(*)



