
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Batam pada April 2022 mencapai US$ 1.266,83 juta. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,86 persen dibandingkan ekspor Maret 2022 yakni sebesar US$ 1.196,71 juta.
Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto mengatakan naiknya ekspos Batam pada April 2022 ini disebabkan oleh naiknya sektor nonmigas sebesar 6,85 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Batam mengalami kenaikan senilai US$337,81 juta.
“Nilai ekspor Kota Batam bulan April menyumbang 70,21 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar US$1.804,31 juta,” ujar Rahmad, Senin (6/6).
Adapun total kumulatif bulan Januari – April 2022 Kota Batam adalah sebesar US$4.628,95 juta. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari – April 2021 mengalami kenaikan senilai US$1.144,93 juta (32,86 persen).
Naiknya nilai ekspor Januari – April 2022 dipengaruhi oleh naiknya ekspor kumulatif sektor nonmigas sebesar 33,96 persen. Nilai kumulatif ekspor Kota Batam menyumbang 73,51 persen dari total kumulatif ekspor Kepulauan Riau yang senilai US$6.297,26 juta.
Rahmad menambahkan, selama bulan Januari-April 2022 komoditas ekspor nonmigas Kota Batam terbesar nilai ekspornya adalah golongan barang mesin/peralatan listrik yaitu senilai US$2.018,89 juta, dengan perannya 47,76 persen. Ekspor kumulatif non migas Kota Batam menyumbang 88,42 persen dari ekspor kumulatif (Januari-April 2022) Kepulauan Riau senilai US$4.780,48 juta.
Komoditas berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Kota Batam adalah mesin-mesin/pesawat mekanik senilai US$499,41 juta (11,81 persen), benda dari besi dan baja senilai US$338,36 juta (8,00 persen), minyak dan lemak hewan/nabati senilai US$246,06 juta (5,82 persen); berbagai produk kimia senilai US$217,61 juta (5,15 persen), plastik dan barang dari plastik senilai US$106,19 juta (2,51 persen); Kapal laut senilai US$103,03 juta (2,44 persen); perangkat optik senilai US$102,63 juta (2,43 persen), kokoa/coklat senilai U$100,41 juta (2,38 persen), dan bahan kimia organik senilai US$89,89 juta (2,13 persen).
“Komoditas ekspor ikan dan udang secara kumulatif mengalami kenaikan sebesar 9,16 persen bila dibandingkan Januari-April 2021, dengan sumbangan 0,20 persen terhadap total ekspor non migas Kota Batam Januari-April 2022,” jelasnya.
Sementara itu negara tujuan ekspor Kota Batam bulan April 2022 dengan nilai terbesar ke negara Singapura yaitu mencapai US$930,41 juta. Ekspor ke Singapura pada bulan ini mengalami kenaikan dibandingkan keadaan bulan Maret 2022, yaitu naik sebesar 86,81 persen dan naik 139,88 persen jika dibandingkan April 2021. Tujuan ekspor Kota Batam dengan nilai terbesar kedua selama bulan April 2022 yaitu ke negara Amerika Serikat, yaitu mencapai US$101,17 juta atau turun 55,84 persen dari bulan sebelumnya.
Pada periode Januari-April 2022, Singapura merupakan negara tujuan ekspor dengan peranan terbesar dengan nilai US$2.332,09 juta (50,38 persen), hal ini menunjukkan lonjakan sebesar 58,98 persen dari periode sebelumnya. Amerika Serikat merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar kedua dengan nilai US$777,62 juta (16,80 persen). Negara tujuan ekspor terbesar ketiga sampai dengan kesepuluh Kota Batam berturut-turut adalah Tiongkok, Jerman, Australia, Jepang, Perancis, Mauritania, Uni Emirat Arab, dan Taiwan.
Nilai Ekspor menurut pelabuhan muat utama di Kota Batam April 2022 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu dengan nilai ekspor US$770,51 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami kenaikan 2,03 persen jika dibandingkan dengan bulan Maret 2022 dan naik 53,97 persen jika dibandingkan dengan bulan Maret 2021.(*)
Reporter : Rengga Yuliandra



