Selasa, 17 Maret 2026

Ekspor Batam Naik, Tanda-tanda Kebangkitan Ekonomi Semakin Jelas Terlihat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar. BPS Kota Batam mencatat nilai ekspor Batam pada Maret 2022 naik 31,59 persen. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Nilai ekspor Batam berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2022 mencapai USD 1.196,71 juta. Capaian ini, tercatat naik 31,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya USD 807,12 juta.

Secara bulanan (month to month), ekspor Batam juga tumbuh 7,65 persen dibanding Februari 2022. Hal tersebut disebabkan naiknya sektor migas 12,24 persen dan sektor nonmigas 7,23 persen.

Sehingga total ekspor kumulatif Januari-Maret 2022 sebesar USD 3.362,12 juta. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Maret 2021 mengalami kenaikan USD 807,12 juta (31,59 persen).

Capaian tersebut diapresiasi Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid. Ia mengatakan, sebagaimana sudah telah diduga sebelumnya, bahwa tahun 2022 ini merupakan tahun kebangkitan perekonomian Kepri setelah dua tahun tertekan akibat Pandemi Covid-19.

Hal itu terbukti dengan perekonomian Kota Batam yang bisa tumbuh 2,83 persen dibandingkan Triwulan I tahun 2021 secara year on year. Sektor yang paling memiliki andil untuk triwulan I tahun 2022 ini masih sektor pengolahan.

“Dari sisi pengeluaran ternyata net ekspor Kepri juga masih positif dengan pertumbuhan sebesar 2,10 persen,” ujar Rafki.

Hal ini, lanjut Rafki, tentunya cukup menggembirakan bagi semua pihak, karena tanda-tanda kebangkitan ekonomi itu semakin jelas terlihat. Ia berharap, tren pertumbuhan ekonomi ini masih akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2022 nantinya.

Meski demikian, Rafki tetap memberikan catatan, jika dibandingkan triwulan IV tahun 2021, ternyata pertumbuhan ekonomi Kepri mengalami kontraksi yaitu minus 3,41 persen.

Kontraksi ini, kata dia, memang masih dalam taraf wajar. Karena pada awal tahun, biasanya pihak swasta baru akan merealisasikan investasinya dan pihak pemerintah belum memulai proyek-proyeknya. Biasanya pada triwulan II atau III pertumbuhan ekonomi akan naik lebih tinggi lagi ketika semua sektor sudah mulai bergerak secara maksimal.

“Termasuk pemerintah yang sudah mulai merealisasikan belanjanya pada pertengahan tahun. Saya memperkirakan ekonomi Kepri akan lebih tinggi lagi pada triwulan II nantinya,” tuturnya.

Kemudian, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional secara year on year, pertumbuhan ekonomi Kepri semakin jauh jaraknya dari pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2022 ini bisa tumbuh 5,01 persen dibandingkan dengan triwulan I tahun 2021 yang lalu.

Walaupun sama-sama mengalami kontraksi ketika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2021, namun kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 0,96 persen, berbanding dengan kontraksi ekonomi Kepri yang sebesar 3,41 persen.

“Ini tentunya bisa dijadikan warning bagi pemerintah daerah Provinsi Kepri untuk mencari penyebabnya. Mengapa perekonomian Kepri belum bisa mengejar perekonomian nasional,” tegasnya.

Sementara sebagaimana yang diketahui bersama, sebelum tahun 2015 perekonomian Kepri selalu lebih baik dibandingkan dengan perekonomian nasional. Apalagi Provinsi Kepri memiliki 4 fasilitas FTZ dan memiliki 3 fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus yang sudah berjalan.

“Seharusnya pertumbuhan Ekonomi Kepri bisa lebih baik ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuhnya. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah

SALAM RAMADAN