Minggu, 15 Maret 2026

Ekspor Batam Pada Mei 2022 Turun Jadi 1.245,75 Juta

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar. BPS Kota Batam mencatat nilai ekspor Batam pada bulan Mei sebesar US$ 1.245,75 juta. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Nilai ekspor Kota Batam pada Mei 2022 menurun secara bulanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Batam pada bulan Mei sebesar US$ 1.245,75 juta. Nilai ini menurun 1,66 persen dibandingkan ekspor April 2022 yakni sebesar US$ 1.266,83 juta.

Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto menyebutkan, penurunan ekspor secara bulanan ini tak lepas dari penurunan non migas. Diketahui, ekspor nonmigas Mei 2022 mencapai US$1.103,57 juta atau turun 5,41 persen dibanding April 2022. Sedangkan nilai ekspor migas Mei 2022 mencapai U $142,17 juta atau naik 41,98 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Ya, untuk ekspor non migas bulan ini mengalami penurunan dibandingkan bulan lalu,” ujar Rahmad.

Ditambahnya, nilai ekspor Kota Batam bulan Mei menyumbang 72,86 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar US$1.709,81 juta.

Total ekspor kumulatif bulan Januari – Mei 2022 Kota Batam adalah sebesar US$5.874,70 juta. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari – Mei 2021 mengalami kenaikan senilai US$1.153,31 juta (32,87 persen). Naiknya nilai ekspor Januari – Mei 2022 dipengaruhi oleh naiknya ekspor kumulatif sektor nonmigas sebesar 33,64 persen.

“Nilai kumulatif ekspor Kota Batam menyumbang 73,39 persen dari total kumulatif ekspor Kepulauan Riau yang senilai US$8.004,22 juta,” tambahnya.

Selama bulan Januari – Mei 2022 komoditas ekspor nonmigas Kota Batam terbesar nilai ekspornya adalah golongan barang mesin/peralatan listrik yaitu senilai US$2.605,98 juta, dengan perannya 48,89 persen. Ekspor kumulatif non migas Kota Batam menyumbang 88,12 persen dari ekspor kumulatif (Januari-Mei 2022) Kepulauan Riau senilai US$6.049,69 juta.

Komoditas berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Kota Batam adalah mesin-mesin/pesawat mekanik senilai US$652,23 juta (12,24 persen), benda-benda dari besi dan baja senilai US$409,85 juta (7,69 persen). Berbagai produk kimia senilai US$287,84 juta (5,40 persen), minyak dan lemak hewan/nabati senilai US$280,55 juta (5,26 persen), Kokoa/coklat senilai US$128,27 juta (2,41 persen); plastik dan barang dari plastik senilai US$125,03 juta (2,35 persen). (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN