Senin, 6 April 2026

Ekspor Batam Turun 3,67 Persen di Awal 2026, Impor Tumbuh 10,20 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Nilai ekspor Kota Batam pada periode Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3.107,47 juta. Angka ini mengalami penurunan 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$3.225,85 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya kinerja ekspor, baik dari sektor nonmigas maupun migas.

“Ekspor nonmigas turun 2,93 persen dari US$3.083,58 juta menjadi US$2.993,39 juta. Sementara ekspor migas mengalami penurunan lebih dalam, yakni 19,82 persen dari US$142,27 juta menjadi US$114,08 juta,” ujarnya, Minggu (5/4).

Meski secara kumulatif turun, kinerja ekspor pada Februari 2026 justru menunjukkan tren positif. Nilai ekspor Februari 2026 mencapai US$1.514,65 juta atau naik 4,44 persen dibanding Februari 2025. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 5,53 persen menjadi US$1.457,63 juta. Sebaliknya, ekspor migas turun 17,36 persen menjadi US$57,02 juta.

Dari sisi komoditas, ekspor Batam masih didominasi sektor industri. Golongan mesin/peralatan listrik (HS 85) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$1.561,44 juta atau 52,16 persen dari total ekspor nonmigas. Disusul mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$356,13 juta, minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15) US$194,46 juta, serta produk besi dan baja (HS 73) sebesar US$177,38 juta.

Selain itu, beberapa komoditas lain yang turut berkontribusi antara lain produk kimia, kapal laut, tembakau, kakao, perangkat optik, hingga bahan kimia organik. Sementara itu, ekspor ikan dan udang (HS 03) tercatat meningkat signifikan 34,29 persen menjadi US$3,71 juta.

Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor Batam. Sepanjang Januari–Februari 2026, ekspor ke negara tersebut mencapai US$860,32 juta atau 27,69 persen dari total ekspor, meningkat 30,71 persen dibanding tahun lalu. Posisi kedua ditempati Singapura dengan nilai US$704,47 juta atau 22,67 persen.

Negara tujuan lainnya dalam 10 besar adalah India, Tiongkok, Jepang, Filipina, Australia, Uni Emirat Arab, Jerman, dan Vietnam. Secara keseluruhan, sepuluh negara tersebut menyumbang 83,32 persen dari total ekspor Batam.

Berdasarkan pelabuhan, ekspor terbesar masih melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai US$2.006,96 juta. Disusul Pelabuhan Sekupang US$525,57 juta, Kabil/Panau US$436,39 juta, Belakang Padang US$116,75 juta, serta Bandara Hang Nadim US$18,20 juta. Kelima pintu keluar ini menyumbang 99,88 persen dari total ekspor.

Dari sisi volume, Pelabuhan Batu Ampar juga mendominasi dengan 297,27 ribu ton, diikuti Belakang Padang 252,60 ribu ton, Kabil/Panau 245,95 ribu ton, Sekupang 33,16 ribu ton, dan Pulau Sambu 15,50 ribu ton.

Sementara itu, kinerja impor Batam justru menunjukkan tren sebaliknya. Nilai impor Januari–Februari 2026 mencapai US$2.963,80 juta atau naik 10,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Februari 2026, impor tercatat sebesar US$1.384,67 juta atau naik 3,91 persen. Impor nonmigas meningkat 4,00 persen menjadi US$1.378,50 juta, sedangkan impor migas turun 12,63 persen menjadi US$6,17 juta.

Komoditas impor terbesar masih didominasi mesin/peralatan listrik (HS 85) dengan nilai US$1.271,24 juta atau 43,09 persen dari total impor nonmigas. Tiongkok menjadi negara pemasok utama dengan nilai US$1.450,64 juta atau 48,95 persen.

Dilihat dari pelabuhan, impor terbesar masuk melalui Batu Ampar sebesar US$2.054,06 juta, diikuti Sekupang US$644,92 juta, Pulau Sambu US$142,04 juta, Kabil/Panau US$113,23 juta, dan Belakang Padang US$7,50 juta. Kelima pelabuhan ini menyumbang 99,93 persen dari total impor.

Adapun volume impor terbesar juga melalui Batu Ampar sebesar 471,43 ribu ton, disusul Kabil/Panau 93,54 ribu ton, Pulau Sambu 67,52 ribu ton, Sekupang 65,10 ribu ton, dan Belakang Padang 1,58 ribu ton.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Batam masih cukup dinamis di awal tahun 2026, meski diwarnai penurunan ekspor dan peningkatan impor. (*)

UPDATE