
batampos – Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp16.758 per dolar AS memunculkan dinamika berlapis bagi dunia usaha di Kota Batam. Di satu sisi, kondisi ini menekan pelaku impor. Namun di sisi lain, pelemahan rupiah justru membuka peluang besar bagi sektor ekspor dan pariwisata.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, menilai melemahnya rupiah tidak serta-merta menghambat iklim investasi maupun aktivitas industri di Batam. Struktur ekonomi Batam yang bertumpu pada industri berorientasi ekspor membuat banyak investor justru diuntungkan oleh kondisi kurs saat ini.
“Investor yang sudah beroperasi di Batam umumnya menjual produk dalam dolar, sementara sebagian besar biaya mereka dibayarkan dalam rupiah. Selisih kurs ini justru memberi keuntungan tambahan,” ujar Rafki, Selasa (13/1).
Ia menegaskan, fluktuasi nilai tukar rupiah tidak berdampak signifikan terhadap minat investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke Batam. Menurutnya, faktor utama yang menjadi pertimbangan investor tetap berada pada kepastian regulasi, insentif, dan ketersediaan infrastruktur pendukung.
BERITA SELENGKAPNYA BACA DI harian.batampos.co.id



