Sabtu, 14 Maret 2026

Empat Kapal Tak Beroperasi, 14 Roro Disiapkan Layani Arus Mudik Lebaran di Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kendaraan antre menunggu giliran untuk naik ke kapal roro di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Jumat (13/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dari total 18 kapal roro yang tersedia di wilayah Kepulauan Riau, hanya 14 kapal yang dipastikan siap melayani arus mudik Lebaran 2026. Empat kapal lainnya belum dioperasikan karena terkendala persoalan teknis dan internal operator, sehingga tidak diizinkan berlayar demi menjaga keselamatan penumpang.

Persiapan angkutan Lebaran ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kepulauan Riau. Sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan sejak jauh hari sebelum Ramadan.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan, Danau, dan Penyeberangan BPTD Kepri, Frans Deddy, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak sekitar satu bulan sebelum bulan puasa.

Menurutnya, koordinasi dilakukan dengan berbagai instansi terkait, mulai dari pemerintah daerah, dinas perhubungan kabupaten dan kota, hingga operator kapal penyeberangan.

“Sejak sebulan sebelum puasa kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan angkutan Lebaran. Arahan dari Menteri Perhubungan jelas, bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini harus mengutamakan keselamatan,” ujar Frans, Sabtu (15/3).

Selain koordinasi lintas instansi, BPTD Kepri juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap armada angkutan umum yang akan beroperasi selama masa mudik.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang melayani penumpang dalam kondisi layak jalan dan memenuhi standar keselamatan pelayaran.

“Hasil ramp check menunjukkan kapal-kapal yang beroperasi dalam kondisi layak. Namun ada empat kapal yang belum bisa dioperasikan karena kendala teknis dan persoalan internal operator,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan armada, BPTD Kepri juga mengupayakan kapal perbantuan dari luar daerah. Salah satu kapal yang direncanakan membantu pelayanan di Kepri saat ini berada di Sulawesi dan sedang dalam proses pengurusan perizinan.

Kapal tersebut diperkirakan berangkat menuju Kepulauan Riau pada 19 Maret dan kemungkinan dapat mulai beroperasi sekitar H-7 Lebaran setelah seluruh proses administrasi selesai.

Selain itu, BPTD Kepri juga telah menyiapkan kapal perbantuan lain seperti Kapal Senangin untuk membantu pelayanan di lintasan tertentu, termasuk rute menuju Kuala Tungkal dan Dabo Singkep.

Frans menjelaskan, wilayah Kepulauan Riau memiliki banyak lintasan penyeberangan yang dilayani kapal roro. Saat ini terdapat sekitar 19 hingga 20 lintasan yang harus dilayani oleh armada yang tersedia.

Untuk lintasan Pelabuhan Telaga Punggur menuju Tanjung Uban misalnya, saat ini tersedia lima kapal. Namun yang telah siap beroperasi baru empat kapal, sementara satu kapal lainnya masih dalam proses perizinan.

“Kalau lintasan Punggur–Uban kita tidak terlalu khawatir karena ada lima kapal dengan satu kapal sebagai cadangan. Kapal cadangan ini nantinya bisa digunakan untuk membantu lintasan lain jika terjadi lonjakan penumpang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga membuka peluang bagi operator kapal untuk melakukan penyesuaian jadwal atau penambahan frekuensi pelayaran selama masa angkutan Lebaran.

“Kami berharap dengan berbagai langkah yang dilakukan ini, pelayanan angkutan Lebaran di Kepulauan Riau dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang akan mudik,” tutupnya.(“)

ReporterYashinta

SALAM RAMADAN