Selasa, 13 Januari 2026

Empat Remaja Tersesat di Hutan Telaga Bidadari, Selamat Setelah 7 Jam Pencarian

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Syahdar, 17, Dirga, 17, Alda, dan Rinaldi, 17, Empat remaja asal Batam yang tersesat di Hutan Telaga Bidadari, Tiban, Sekupang usai diselamatkan oleh Tim SAR. Adapun unsur-unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari, Tim Rescue Kansar Tanjungpinang, Tim Rescue Pos SAR Batam, Damkar BP Batam, Ditpolairud Polda Kepri dan masyarakat setempat.

batampos – Empat remaja asal Batam dilaporkan tersesat di Hutan Telaga Bidadari, Tiban, Sekupang, Minggu (13/7) sore. Setelah hampir tujuh jam pencarian tanpa henti oleh tim gabungan, mereka akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (14/7) pukul 00.39 WIB dini hari.

Peristiwa ini bermula saat keempat remaja tersebut, yakni Syahdar, 17, Dirga, 17, Alda, dan Rinaldi, 17, menjelajahi kawasan hutan Telaga Bidadari pada Minggu sekitar pukul 17.00 WIB melalui jalur masuk dari Tiban Kampung. Mereka diduga masuk tanpa pemandu dan perbekalan yang cukup.

Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, mereka kehilangan arah dan tidak dapat menemukan jalan keluar. Dalam kondisi mulai panik, salah satu dari mereka menghubungi rekannya, Chris Jhon, dan menyampaikan bahwa mereka tersesat di dalam hutan.

Baca Juga: Kembali Makan Korban, Warga Minta Telaga Bidadari Ditutup Untuk Umum

Chris Jhon kemudian melaporkan situasi tersebut ke Damkar BP Batam. Tak berselang lama, informasi diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang. Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, melalui Komandan Pos SAR Batam, Dedius Sembiring, langsung menurunkan Tim Rescue Pos SAR Batam sebanyak enam orang yang berangkat dari pos menggunakan Rescue Car Type II.

“Setelah menerima laporan pukul 19.48 WIB, tim bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Estimasi tiba di lokasi pada pukul 20.25 WIB, dan pencarian langsung dimulai,” ujar Dedius saat dikonfirmasi, Senin (14/7).

Dalam proses pencarian, Tim SAR mengandalkan peralatan standar pencarian dan pertolongan (palsar) seperti alat komunikasi, responder bag, perlengkapan medis, dan alat evakuasi. Cuaca berawan dan kondisi medan yang gelap sempat menjadi tantangan dalam operasi tersebut.

Baca Juga: Siswa SMK Meninggal di Telaga Bidadari

Unsur-unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari, Tim Rescue Kansar Tanjungpinang, Tim Rescue Pos SAR Batam, Damkar BP Batam, Ditpolairud Polda Kepri dan masyarakat setempat.

“Koordinat lokasi kejadian berada di 1°05’21.9″N 104°00’07.8″E, berjarak sekitar 13,5 km dari Pos SAR Batam. Berkat kerja sama semua unsur dan informasi yang diberikan rekan korban, akhirnya para remaja ditemukan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka berat, hanya kelelahan karena berjalan di tengah hutan dan minimnya pencahayaan,” jelas Dedius.

Usai ditemukan, keempat remaja tersebut langsung dievakuasi ke tempat aman dan mendapat pemeriksaan medis ringan di lokasi.

Dedius mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak sembarangan memasuki kawasan hutan atau alam terbuka tanpa perencanaan yang matang. Ia menekankan pentingnya membawa pemandu, perbekalan, serta memastikan sinyal komunikasi tersedia.

“Alam bukan tempat main-main. Harus ada persiapan yang matang, minimal infokan ke keluarga atau teman jika ingin masuk ke area-area seperti ini. Jangan karena iseng, nyawa taruhannya,” tegasnya.

Kawasan Telaga Bidadari memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Batam yang menawarkan panorama hutan dan aliran air yang jernih. Namun, medan yang masih liar dan minim petunjuk arah membuat kawasan ini berisiko tinggi bagi pengunjung yang belum mengenal wilayah tersebut. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update