
batampos – Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Jalur Vokasional Khusus di Provinsi Kepri, Selasa-Rabu (26-27/8). Kegiatan yang dipusatkan di SMK Negeri 5 Batam ini diikuti puluhan pelajar SMK dan mahasiswa vokasi dari berbagai daerah di Kepri.
Sertifikasi ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Pasal 44 tentang Ketenagalistrikan, yang mewajibkan setiap usaha ketenagalistrikan memenuhi standar keselamatan Ketenagalistrikan. Mulai dari standardisasi peralatan dan pemanfaatan tenaga listrik, pengamanan instalasi, hingga pengelolaan yang ramah lingkungan. Bertujuan untuk menciptakan kondisi yang andal bagi instalasi, aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya serta ramah lingkungan.
Plt. Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan yang diwakili Subkoordinator Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Arnaldo Simarmata, membuka kegiatan secara daring. Turut hadir perwakilan Dinas ESDM Kepri, Dinas Pendidikan Kepri, kepala sekolah, dosen, dan guru pendamping dari berbagai SMK dan perguruan tinggi vokasi.
Peserta yang mengikuti sertifikasi berasal dari SMK Negeri 5 Batam, SMKS Teladan Batam, SMK Negeri 3 Tanjungpinang, SMK Negeri 7 Batam, SMK Negeri 1 Karimun, SMK Negeri 1 Bintan Utara, serta Politeknik Negeri Batam.
Subkoordinator menjelaskan, program ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan tenaga teknik muda yang kompeten dan siap terjun ke dunia industri. “Kami berharap lulusan vokasi tidak hanya punya ijazah, tapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional,” katanya.
Sertifikasi mencakup empat bidang utama, yakni pembangkit, transmisi, distribusi, dan pemanfaatan tenaga listrik. Peserta diuji baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja sesuai standar kompetensi yang berlaku.
Salah satu asesor, Andi Syofian menegaskan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas. “Standar kompetensi adalah rumusan kemampuan yang dilandasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Semuanya harus diterapkan di tempat kerja sesuai unjuk kerja yang dipersyaratkan,” ujarnya.
Dengan kegiatan ini, pemerintah berharap lulusan vokasi di Kepri memiliki daya saing tinggi, mampu memenuhi kebutuhan industri tenaga listrik, sekaligus mendukung pembangunan sektor energi nasional. (*)
Reporter: Yashinta



