Jumat, 3 April 2026

Expo Batam Batik Fashion Week 2025 Dibuka

Batik Barelang Jadi Ikon Budaya dan Ekonomi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
(ki-ka): Ketua Dekranasda Batam, Erlita Amsakar, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan membatik bersama dalam satu kain saat pembukaan Expo Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2025 di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kamis (2/10).

batampos – Pembukaan Expo Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2025 berlangsung meriah di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kamis (2/10). Ajang ini digelar selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Oktober, sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional.

Di hari pertama, Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, ikut serta dalam kegiatan membatik di satu kain. Usai membatik, ketiganya meninjau sejumlah stan pameran yang menampilkan Batik Barelang sebagai batik khas Batam, produk industri kecil menengah (IKM), hingga berbagai kreativitas pelaku usaha lokal.

Amsakar menegaskan, pelestarian batik tidak hanya bermakna budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, kreativitas IKM dan UMKM menjadikan batik sebagai produk unggulan yang mampu membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat.

“Batik di tangan para pengrajin Batam hadir penuh warna, modern, namun tetap berakar pada tradisi. Dari sini kita ingin tunjukkan bahwa Batam tidak hanya maju sebagai kota industri, tetapi juga kaya budaya yang bisa mendunia. Semoga BBFW 2025 menjadi panggung bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia berharap momentum BBFW yang digelar bertepatan dengan Hari Batik Nasional menjadi dorongan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai batik sekaligus mengembangkan potensi kreatif. “Kalau budaya kita kuat, ekonomi rakyat pun ikut bergerak. Inilah semangat Batam, modern namun tetap berpijak pada akar budaya bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mengapresiasi terselenggaranya BBFW yang dinilai mampu mengangkat citra Batam sebagai kota modern yang tetap berakar pada budaya bangsa.

“Batik adalah warisan luhur yang diakui dunia. Melalui tangan kreator Batam, batik tampil penuh warna dan merepresentasikan kota ini yang dinamis, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi. Kita berharap kegiatan ini memperkuat ekonomi kreatif serta membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku IKM dan UMKM,” kata Li Claudia.

Ia menambahkan, penyelenggaraan BBFW bersamaan dengan Hari Batik Nasional memiliki makna mendalam. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menguatkan identitas budaya sekaligus menjadikan Batam semakin dikenal sebagai kota yang menghargai tradisi dan terbuka dengan inovasi,” tuturnya.

Ketua Dekranasda Batam, Erlita Amsakar, menekankan bahwa rangkaian BBFW tidak hanya menampilkan fashion show batik, tetapi juga pameran produk UMKM, hiburan rakyat, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Harapan kami, melalui BBFW, produk IKM dan UMKM Batam semakin dikenal, generasi muda semakin cinta budaya, dan batik Batam mampu menembus pasar internasional,” kata Erlita.

BBFW 2025 diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara desainer, pengrajin, pelaku usaha, hingga masyarakat luas. Sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya nilai budaya. (*)

 

Reporter : Arjuna

UPDATE