Minggu, 15 Februari 2026

Felisia & Jocelyn Harumkan Nama Batam

Juarai Kompetisi Kid’s & Teen’s Pageant Global Indonesia 2023

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Remaja dan anak Batam, Felisia Razali, 14, dan Jocelyn Danielle Lim, 8, keluar sebagai juara kompetisi Kid’s & Teen’s Pageant Global Indonesia yang digelar di MK Hotel Cipulur, Jakarta pada 16-19 November 2023. Acara tersebut digelar Indonesia International Pageant (IIP), manajemen pencarian bakat modeling di Tanah Air.

foto: Cecep Mulyana / Batam Pos
Felisia Razali, 14, (kiri) dan Jocelyn Danielle Lim, 8, keluar sebagai juara kompetisi Kid’s & Teen’s Pageant Global Indonesia

Felisia, siawi kelas 3 (IX) SMP Globe National Plus Batam tersebut, menyabet winner untuk kategori Miss Pree Teen Global Indonesia 2023. Sedangkan Jocelyn, meraih Runner Up I Mini Miss Star Global Indonesia 2023. Felisia mengaku bangga dapat mengharumkan nama Batam di kancah nasional.

”Tentu saja senang dan bersyukur, apalagi dunia modeling memang menarik bagi saya dan orangtua juga sangat mendukung,” ujar Felisia saat dijumpai Batam Pos di Hoods Coffee, Batam Center, Jumat (24/11).


Menurut dia, pencapaian pada ajang tersebut sekaligus menjadi apresiasi atas persiapan dan kerja kerasnya dalam menyambut kompetisi tersebut. Mengingat, dia harus membagi waktu yang cukup padat antara jadwal sekolah, les, maupun pelatihan modeling.

”Itu memang tantangannya, apalagi sekarang sudah kelas 3, jadi harus pandai membagi waktu,” terang gadis yang sudah dua tahun menekuni modeling dan tergabung dalam pelatihan di Youngstarproduction tersebut.

Felisia yang saat itu didampingi mamanya, Fitri, berharap ke depan dapat terus berprestasi dan menorehkan pencapaian positif untuk kariernya di bidang modeling.

”Ke depan pengin jadi model profesional. Semoga juga bisa menjadi the next Miss Universe dari Indonesia,” harapnya, yang diaminkan sang bunda.

Di tempat yang sama, Fitri mengaku gembira atas pencapaian putrinya. Karena itu, ia berkomitmen akan terus memberikan dukungan bagi pengembangan bakat sekaligus minat putrinya di bidang modeling tersebut.

”Karena sejak kecil memang ketertarikan dia di bidang modeling sudah terlihat, jadi sebagai orangtua tinggal kita arahkan dan dukung saja,” katanya.

Sementara Jocelyn, yang merupakan murid Sekolah Global Indo-Asia, Batam, juga mengaku menyukai modeling sebagai bekal mengikuti pelatihan hingga keluar sebagai salah satu juara. Padahal, kegemaran itu baru muncul belum lama ini.

”Baru sekitar 6 bulan ikut modeling di Youngstarproduction. Awalnya mau ikut dancing (menari), tapi lihat kelas modeling malah tertarik,” kata Jocelyn yang saat itu didampingi mamanya, Ayu.

Selama periode 6 bulan tersebut, bocah kelahiran tahun 2015 lalu itu sudah menyabet berbagai penghargaan modeling di tingkat lokal Batam. Karena itu, murid kelas G3-A tersebut  makin semangat untuk terus berkiprah di dunia modeling dan memasang target yang lebih tinggi.

Pengin jadi model profesional, jadi habis ini mau go international,” ujar gadis yang lebih fasih berbahasa Inggris tersebut.

Selaku orangtua, Ayu juga mengaku sangat mendukung pilihan anaknya. Termasuk, memberikan suntikan semangat saat putrinya menghadapi kesulitan dalam menekuni bakat di dunia modeling tersebut.

”Misalnya untuk beberapa teknik modeling, dia mengaku masih ada yang sulit. Tapi selagi dia mau, saya akan terus mendukung,” kata Ayu memotivasi putrinya.

Di lokasi yang sama, salah satu guru modeling dari Youngstarproduction, Isa Utama, juga mengaku bangga atas keberhasilan anak didiknya berprestasi di kancah nasional.

Menurutnya, masing-masing anak didiknya tersebut memiliki kelebihan dan karakter di dunia modeling. Karena itu, pelatihan dan dorongan yang diberikan juga berupaya agar tetap menunjukkan karakter masing-masing, tapi tetap menyertakan sentuhan khas dari Youngstarproduction.

”Setiap kemampuan anak itu berbeda. Makanya kami sesuaikan dengan bakat dan ketertarikan mereka. Intinya, kami telah menjadi wadah untuk mencetak para putri,” katanya.

Ia juga menitip harap agar para putri yang berprestasi seperti Felisia dan Jocelyn, juga menjadi perhatian pemerintah daerah untuk diberikan dukungan. Sehingga, mereka memiliki banyak peluang berkompetisi maupun berkontribusi bagi daerahnya.

”Bila semua pihak juga mendukung, makin banyak anak-anak kita bisa ber prestasi,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Ratna Irtatik

Update