Senin, 19 Januari 2026

Firman Gani, Ketua REAKSA – Jadi Core Team Mitra Muda Unicef Indonesia

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Reporter : Siti Nuranisah
Editor : Agnes Dhamayanti

batampos – Menjadi aktivis anak di organisasi Remaja Anti Ekpsloitasi Seksual Anak (Raeksa), membuat Firman menjadi satu-satunya orang dari Kepulauan Riau yang menjadi Core Team Mitra Muda Unicef Indonesia. Dari 1000-an lebih kandidat, Firman berhasil menjadi salah satu dari 19 orang terpilih yang menjadi Core Team Mitra Muda Unicef Indonesia. Menjadi tim inti Mitra Muda Unicef Indonesia membuat Firman banyak bertemu stakeholders dan para changemaker dari berbagai daerah Di Indonesia. Firman Juga terpilih menjadi Peer Educator di komunitas perlindungan anak internasional #Covidunder19 yang anggotanya berasal dari berbagai negara di seluruh dunia.

F. Dok Pribadi

Firman menjadi mentor untuk teman-teman diberbagai dunia yang ingin mewujudkan dan menciptakan peace bagi seluruh anak di dunia selama masa pandemi ini. ”Jika ingin bergabung dalam hal menyuarakan suara anak Indonesia, atau yang ingin menjadi changemaker dapat bergabung dengan Reaksa dan diseleksi terlebih dahulu sesuai ketentuan,” kata Firman.

Reaksa membuka lowongan setiap tahunnya. Mulai dari anak-anak yang berusia 15 hingga 17 tahun. Reaksa mulai ada sejak tahun 2018 hingga sekarang. Banyak sekali prestasi yang didapat, baik ditingkat nasional maupun internasional.

“Selama berada dalam kegiatan ini, pasti setiap organisasi dan komunitas ada suka dan dukanya. Tetapi selama menjabat di Reaksa belum pernah ketemu dukanya. Namun lebih banyak sukanya karena bertemu dengan teman-teman yang kritis dan serba bisa. Terkadang suka insecure tapi lambat laun kekurangan ini menjadi hilang karena lingkungan di Reaksa membuat progres perubahan dan memiliki Vibes Positive,” kata Firman Gani.

Di dalam organisasi Reaksa ini banyak sekali kegiatan yang dilakukan, seperti melaksanakan kegiatan hari Anak Internasional (dari, oleh, dan untuk anak-anak), advokasi ke beberapa stakeholders seperti komisi IV DPRD, Komisi Pemberdayaan Perempuan Anak Daerah (KPPAD), Polisi Resort (Polres), Polisi Daerah (Polda), dan lainnya. Serta pelopor dari kegiatan Voice For Change bersama aliansi Down To Zero.

Menurut Firman, kita hidup di dunia keanekaragaman. Mungkin disaat teman-teman sedang berbahagia, ada teman-teman lain yang mengalami kesulitan dan diskriminasi. Firman ingin mengajak teman-teman untuk berani speak up dan mampu beradvokasi untuk pemenuhan hak anak selama pandemi.

Perjalanan Firman Gani menjadi aktivis anak yang telah beradvokasi ditingkat Internasional ini adalah niat awalnya hanya untuk mengisi waktu luang masa pandemi. Namun akhirnya membuat Firman jatuh cinta dan menjadi addicted untuk mengadvokasi hak-hak anak serta mewujudkan perlindungan anak untuk menciptakan dunia yang ramah anak.

Saat ini Firman Gani sedang menimba ilmu di Universitas Maritim Raja Ali Haji di jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi. Dan tergabung menjadi Core Team Mitra Muda Unicef Indonesia, Focal Point Indonesia Barat Mitra Muda Unicef Indonesia, Peer Educator di Komunitas Perlindungan Anak Internasional #Covidunder19 serta Firman sedang menjabat Duta Genre Terfavorit Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. (*)

Update