
batampos – Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK Uniba) bekerja sama dengan Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah melaksanakan kegiatan bakti kemanusiaan bidang kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada 11–16 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat pascabencana banjir bandang yang berdampak besar pada fasilitas dan layanan kesehatan setempat.
Bakti kemanusiaan tersebut dipusatkan di RSUD Aceh Tamiang, salah satu rumah sakit rujukan yang mengalami dampak signifikan akibat banjir bandang.
Sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut sempat terganggu, sementara kebutuhan layanan medis masyarakat terus meningkat pascabencana.
Tim relawan yang diterjunkan terdiri dari dokter spesialis berbagai disiplin ilmu, perawat mahir, serta apoteker. Selama kegiatan berlangsung, tim secara aktif memberikan pelayanan medis, pendampingan tenaga kesehatan lokal, serta membantu penyediaan dan distribusi obat-obatan sesuai kebutuhan pasien.
Kehadiran tim relawan dari FK Universitas Batam dan RS Hj. Bunda Halimah memberikan dukungan berarti bagi tenaga kesehatan RSUD Aceh Tamiang yang telah bekerja tanpa henti selama kurang lebih 40 hari dalam kondisi lingkungan kerja yang cukup memprihatinkan akibat dampak banjir bandang.
Selain meringankan beban tenaga kesehatan setempat, kolaborasi ini juga bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan pascabencana.
Adapun layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, tindakan medis sesuai kompetensi dokter spesialis, pendampingan keperawatan, serta pelayanan kefarmasian berupa penyediaan dan pendistribusian obat-obatan berdasarkan indikasi medis.
Melalui kegiatan ini, FK Universitas Batam dan RS Hj. Bunda Halimah berharap dapat berkontribusi dalam pemulihan layanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang sekaligus mendukung percepatan pemulihan kondisi kesehatan masyarakat setempat.
Kerja sama antara institusi pendidikan kedokteran dan rumah sakit ini menjadi wujud nyata sinergi dalam kegiatan kemanusiaan. Kedua institusi menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam. (*)



