Sabtu, 17 Januari 2026

Flu Singapura Sudah Masuk Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mulai melakukan pemantauan ketat terhadap potensi masuknya flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) ke wilayah Batam.

Orang tua korban saat ditanya mengaku bahwa hasil dari pemeriksaan dokter, anaknya terjangkit flu singapura. ”Baru dengar setelah didiagnosa seminggu lalu,” ujar orang tua korban saat di chat batampos.co.id, Selasa (8/7).

Langkah ini menyusul temuan kasus serupa di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan terakhir infomasi sudah ada anak anak di Batam yang terkena penyakit ini dan sedang dalam perawatan ti medis.

Tim surveilans Dinkes diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengecek kemungkinan adanya penyebaran penyakit ini, terutama di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan penambahan kasus HFMD di Batam. Namun, ia mengakui bahwa pada bulan Maret lalu sempat ditemukan dua kasus rawat jalan. “Sejauh ini belum ada tambahan. Kami berharap tidak ada lagi kasus atau sampai mewabah,” ujar Didi, Selasa (8/7).

BACA JUGA: Waspada Penyebaran HMPV dan Influenza A, Bandara Hang Nadim Tingkatkan Kewaspadaan

Flu Singapura merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus golongan enterovirus, seperti Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, terutama balita dan siswa usia sekolah dasar. Gejalanya antara lain demam ringan, luka di mulut, serta ruam atau bintik merah di tangan dan kaki.

Dinkes Batam telah mengeluarkan imbauan kepada sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan. Sekolah diminta memperhatikan kondisi kesehatan siswa serta menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti cuci tangan pakai sabun dan menjaga kebersihan lingkungan.

Beberapa tindakan pencegahan yang dianjurkan antara lain mencuci tangan minimal 20 detik dengan sabun, mengajarkan etika batuk dan bersin yang benar, rutin membersihkan dan mendisinfeksi mainan atau permukaan benda di sekolah, serta mencegah anak saling berbagi barang pribadi. Anak yang sakit juga diminta untuk sementara dirumahkan hingga benar-benar sembuh.

Didi juga menegaskan pentingnya penanganan dini jika muncul gejala berat. “Kalau anak demam, muncul sariawan, ruam di tangan dan kaki, dan tidak mau makan, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan dan memberi penurun panas jika diperlukan.

Gejala awal HFMD biasanya muncul 3 hingga 6 hari setelah terpapar virus, seperti demam ringan, sakit tenggorokan, lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah satu hingga dua hari, gejala bisa berlanjut dengan luka di mulut dan ruam merah atau lepuh di tangan, kaki, bokong, dan kadang-kadang lutut.

Meski umumnya ringan dan bisa sembuh sendiri dalam 7–10 hari, HFMD perlu diwaspadai karena penularannya sangat cepat, terutama di lingkungan anak-anak. Oleh karena itu, Dinkes mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap sepele jika anak mengalami gejala tersebut.

Dinkes Batam memastikan akan terus melakukan pemantauan situasi dan bekerja sama dengan sekolah serta fasilitas kesehatan. Jika ditemukan kasus positif HFMD, pihaknya akan segera mengambil tindakan lanjutan berupa isolasi dan pengobatan, guna mencegah penyebaran yang lebih luas di tengah masyarakat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update