Senin, 5 Januari 2026

Flyover Sei Ladi Rampung 96 Persen, Target Beroperasi Akhir Tahun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, bersama sejumlah jajaran saat melakukan monitoring pembangunan Fly Over Sei Ladi. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, meninjau langsung pekerjaan akhir pembangunan Flyover Sei Ladi pada Selasa (24/12/2024) sore. Flyover yang dikenal juga dengan nama Flyover Laksamana Ladi ini merupakan salah satu proyek strategis yang diinisiasi oleh Muhammad Rudi untuk meningkatkan infrastruktur dan konektivitas di Kota Batam.

Proyek ini bakal mampu mengurai kemacetan sekaligus memperkuat hubungan antara dua pelabuhan utama di Batam, yakni Pelabuhan Batuampar dan Pelabuhan Sekupang. Selain itu, infrastruktur ini juga diyakini akan menjadi daya tarik baru bagi investor yang ingin berinvestasi di Batam.

“Saya yakin jika infrastrukturnya bagus, industri di Kota Batam juga akan berkembang. Begitu juga kepercayaan dari investor akan meningkat,” kata Rudi.

Dukungan masyarakat sangat penting terhadap proyek pemerintah untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Pembangunan Flyover Sei Ladi, lanjut Rudi, bukan hanya soal infrastruktur semata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat perekonomian Batam. Keberadaan flyover ini mampu menciptakan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Batam.

“Saya kembangkan ini agar ekonomi Batam bisa lebih baik lagi. Kalau ekonomi Kota Batam baik, maka akan berdampak baik pada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara BP Batam, Boy Zasmita, melaporkan bahwa progres pembangunan Flyover Sei Ladi telah mencapai 96 persen. Ia optimis proyek ini akan selesai sesuai target dan bisa difungsikan pada 31 Desember 2024.

“Saat ini, sisa pekerjaan hanya tinggal pengaspalan, pedestrian, dan penghijauan dengan rumput. Insya Allah, akhir tahun sudah bisa diresmikan oleh Bapak Kepala BP Batam dan langsung digunakan,” ujarnya.

Sei Ladi sendiri memiliki nilai historis yang erat kaitannya dengan sejarah lokal. Nama kawasan ini diambil dari sosok Laksamana Ladi, seorang tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Melayu Riau-Lingga. Dalam bahasa Melayu, “Sei” berarti sungai, sementara “Ladi” merujuk pada nama laksamana tersebut.

Laksamana Ladi dikenal sebagai pemimpin angkatan laut yang tangguh dan berjasa dalam menjaga kedaulatan kawasan perairan Melayu dari ancaman bajak laut dan kekuatan asing. Keberaniannya dalam mempertahankan jalur perdagangan strategis menjadikannya sosok yang dihormati pada masanya.

Selain dikenal sebagai ahli strategi perang laut, Laksamana Ladi juga memainkan peran penting dalam melindungi ekonomi dan keamanan Kesultanan Melayu. Jasanya terus dikenang hingga kini, menjadi bagian penting dari identitas budaya Batam.

Saat ini, Sei Ladi menjadi salah satu kawasan strategis di Batam, dengan Waduk Sei Ladi sebagai salah satu sumber utama pasokan air bagi penduduk kota. Pembangunan Flyover Sei Ladi di kawasan ini diharapkan tidak hanya membawa manfaat fungsional, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah lokal. (*)

Reporter: Arjuna

Update