
batampos – Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kota Batam, Suprapto, mendesak pemerintah menghentikan seluruh aktivitas operasional PT ASL Shipyard di Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, menyusul kebakaran kembali terjadi di kawasan galangan kapal tersebut, Minggu (25/1) sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurut Suprapto, kebakaran yang melibatkan kapal yang diduga tengah menjalani proses docking itu menjadi bukti nyata kegagalan penerapan standar keselamatan kerja (SOP) di lingkungan PT ASL Shipyard yang hingga kini tidak pernah dibenahi secara serius.
“Ini harus dihentikan total, bukan sekadar dihentikan sementara lalu pekerjaan tetap berjalan. Selama ini begitu polanya, akibatnya kecelakaan terus berulang dan korban terus berjatuhan,” tegas Suprapto.
Baca Juga: Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Batam, Pengawas Selidiki Penyebabnya
Berdasarkan pantauan di lokasi dan video yang beredar, api terlihat membakar badan kapal berwarna putih disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait terkait penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya korban jiwa.
Suprapto menilai, pengabaian SOP di lapangan menjadi persoalan utama yang selama ini dibiarkan, baik oleh pihak perusahaan maupun pengawasan dari pemerintah.
“Masalahnya ada pada pengabaian SOP. Ini yang besar saja yang terekspos, yang kecil-kecil jangan-jangan tidak pernah muncul ke publik,” katanya.
Ia menegaskan, perbaikan tidak cukup dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dari manajemen utama hingga kontraktor dan subkontraktor.
“Bukan ditutup permanen, tapi diberhentikan sementara sampai ada perbaikan signifikan. Kalau tidak, kejadian seperti ini akan terus berulang,” ujarnya.
Baca Juga: Suplai Air Tak Stabil, Li Claudia Ultimatum Pengelola
Terkait insiden kebakaran terbaru, Suprapto mengaku belum memperoleh informasi pasti mengenai korban jiwa.
“Saya dapat informasi kebakaran sekitar satu jam setelah kejadian. Kapal itu informasinya sedang sandar di dermaga ASL. Apakah ada pekerja di atas kapal atau tidak, sampai sekarang belum jelas,” jelasnya.
Ia menegaskan, jika pemerintah kembali bersikap lunak, pihaknya tidak akan tinggal diam.“Kalau tidak ada sikap tegas dan perbaikan nyata, kami siap melakukan aksi besar-besaran ke ASL dan pemerintah. Ini menyangkut nyawa pekerja,” pungkas Suprapto. (*)



