Jumat, 16 Januari 2026

Gangguan Pencernaan Dominasi Penyakit yang Diderita Warga Batam Selama Ramadan hingga Libur Lebaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sakit Maag.

batampos – Selama bulan Ramadan hingga libur Lebaran tahun ini, gangguan pencernaan menjadi penyakit paling dominan yang menyerang masyarakat Kota Batam. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam per 5 April 2025, penyakit dyspepsia atau gangguan lambung tercatat sebagai keluhan terbanyak dalam kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyebutkan bahwa terdapat 47 kasus dyspepsia yang tercatat selama periode tersebut. Dari jumlah itu, 19 pasien berjenis kelamin laki-laki, sedangkan 28 lainnya perempuan.

“Gangguan lambung ini sering muncul akibat pola makan yang tidak teratur, serta konsumsi makanan berlemak, pedas, atau asam yang meningkat selama Ramadan dan hari raya,” ujar Didi saat dikonfirmasi, Jumat (11/4).

Baca Juga: Warga Binaan Antusias Ikuti Tes HIV dan Sifilis di Rutan Batam

Ia menjelaskan, kebiasaan masyarakat mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar saat berbuka dan sahur berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus gangguan lambung. Apalagi, banyak yang melewatkan sahur atau berbuka dengan makanan instan dan minuman manis berlebihan.

“Ini menyebabkan produksi asam lambung meningkat dan memicu gejala seperti nyeri ulu hati, mual, kembung, hingga rasa panas di dada,” tambah Didi.

Selain dyspepsia, Dinkes Batam juga mencatat sejumlah penyakit lain yang cukup tinggi terjadi selama periode Ramadan hingga Lebaran. Di antaranya, infeksi saluran pernapasan atas akut (ISPA) sebanyak 36 kasus, hipertensi esensial sebanyak 34 kasus, flu atau influenza 27 kasus, serta diare 22 kasus.

Didi menjelaskan bahwa ISPA dan flu umumnya dipicu oleh perubahan cuaca, kelelahan akibat aktivitas padat menjelang hari raya, serta menurunnya daya tahan tubuh karena kurang istirahat. Sementara kasus hipertensi banyak dialami oleh penderita yang tidak rutin mengonsumsi obat, ditambah konsumsi makanan tinggi garam dan lemak saat berbuka puasa dan Lebaran.

Untuk kasus diare, Didi mengatakan bahwa faktor kebersihan makanan dan minuman, terutama makanan yang disajikan dalam jumlah banyak dan disimpan terlalu lama, menjadi pemicu utamanya.

Baca Juga: Ribuan Warga Kepri Terlibat Judi Online di Kamboja, BP3MI Minta Waspada Iming-iming Gaji Tinggi

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat, terutama dalam memilih jenis makanan, menjaga kebersihan, dan memastikan waktu istirahat cukup,” katanya.

Selama masa libur Lebaran, Dinkes Batam memastikan seluruh puskesmas tetap membuka layanan kesehatan secara terbatas. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap bisa mengakses layanan medis dasar jika mengalami gangguan kesehatan mendadak.

“Puskesmas tetap siaga, dan kami juga berkoordinasi dengan rumah sakit untuk kesiapsiagaan layanan gawat darurat. Ini bagian dari komitmen kami memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meski di masa libur panjang,” tegas Didi. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update