Jumat, 16 Januari 2026

Gatal-gatal Masih Menyerang, Warga Berharap Ada Tanggungjawab dari Perusahaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Elvi, warga Tanjunguncang, Batuaji yang mengalami gatal Gatal di badannya karena terdampak debu pembuangan pabrik, Minggu (14/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Penyakit gatal-gatal akibat debu pabrik yang dialami masyarakat Kampung Jatim RT 02/ RW 16, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji akan segera ditangani Dinas Kesehatan Kota Batam.

Lurah Tanjunguncang Sutrisna Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (16/4), mengaku sudah menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut ke Dinas terkait, dan untuk penanganan penyakit gatal-gatal dan gangguan pernapasan sudah direspon oleh Dinas Kesehatan Kota Batam.

“Rencananya orang Dinkes mau turun hari ini. Cuman hujan terus ini. Kami masih menunggu ini,” ujar Sutrisna, kemarin.

Begitu juga untuk tanggungjawab atau tindak lanjut dari PT GRM, perusahaan pengelolaan material PVC di Kawasan Industri Latrade, yang disebut menjadi sumber debu pabrik masih menunggu respon dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Untuk perusahaan yang mengeluarkan debu, bagaimana selanjutnya masih menunggu respon dari Dinas terkait,” kata Sutrisna.

Baca Juga: Warga Kampung Jatim Terserang Penyakit Kulit, Dinkes Turun ke Lapangan, Teliti Penyebab…

Sementara harapan dari masyarakat sendiri, selain ada penanganan medis dari Dinas Kesehatan kepada mereka yang berdampak, juga ada penindakan terhadap perusahaan yang lalai dengan debu pabrik tersebut. Perlu ada sanksi atau tindakan lainnya agar kedepan tidak terjadi lagi.

“Beberapa hari ini mulai berkurang, cuman kami ingin ada tindakan yang serius dari pihak terkait agar ini tidak terulang lagi. Debu yang keluar selama ini dan sebabkan masyarakat gatal-gatal ini terkesan disengajakan. Ini harus diusut biar biar tak terulang lagi,” kata Deddi, warga yang berdampak.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga yang berdiam di belakang kawasan Industri Latrade, RT02/RW16, Kelurahan Tanjunguncang resah dengan serbuan debu dari dalam kawasan perusahaan. Debu sisa olahan material PVC ini masuk hingga ke dalam rumah dan sebabkan masyarakat diserang penyakit gatal-gatal.

Pasangan suami isteri Mulyanto dan Elvi misalkan, kondisinya memprihatinkan saat ini karena seluruh tubuh mereka bentol-bentol akibat kontaminasi debu serbuk olahan material PVC tersebut. Bahkan kaki Elvi sebagian sudah mengelupas dan memutih kulitnya karena sudah terlalu lama terimbas debu aktifitas produksi tersebut.

“Sampai bagian dalam semua kena. Inilah kaki saya sudah kelupas semua. Gatalnya minta ampun. Kami di sini airnya pakai tampung dan debu itu masuk juga, makanya begini jadinya kondisi kami di sini, ” kata Elvi.

Baca Juga: 104 Kasus DBD di Batam, Lima Diantaranya Meninggal Dunia

Sama halnya dengan Mulyanto yang sempat memperlihatkan kondisi tubuhnya yang banyak bintik akibat debu tersebut. Sekujur tubuhnya memang penuh dengan bekas-bekas luka akibat bentolan.

“Sengsara kami dibuat sama PT itu. Sudah mau dua tahun begini terus situasi kami di sini. Anak-anak semua tak sehat karena debu ini, ” ujarnya.

Monang warga lain menyebutkan, persoalan ini sudah berulang kali disampaikan ke PT GRM, perusahaan yang mengolah material PVC dalam kawasan Industri Latrade tersebut, namun mereka dicuekin. Laporan ke pihak kelurahan dan instansi pemerintah terkait juga belum mendapat respon yang positif.

“Tak tahu harus ngadu kemana lagi. Tak ada tindakan sama sekali. Sudah dua tahun ini. Bukan sebulan dua bulan,” katanya.

Ketua RT 02 Karman mengamini keluhan warganya itu. Diapun sudah berupaya maksimal menyampaikan keluhan di lingkungan tempat tinggal mereka itu. Diapun berharap agar ini segera ditindak lanjuti oleh pihak terkait.

“Iya Pak, sudah kita sampaikan ke kelurahan. Kita berharap agar ini direspon. Sudah banyak warga yang terkena gatal-gatal karena debu itu,” kata Karman. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Update