Minggu, 11 Januari 2026

Gebyar Melayu Pesisir 2025, BI Kepri Hadirkan Ivan Gunawan untuk Dorong UMKM Fashion Go Internasional

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menggelar Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 di One Batam Mall, Kamis (21/8). Dengan mengusung tema “Akselerasi Ekspor Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan”, perhelatan tahunan ini menghadirkan beragam kegiatan pameran, talkshow, kompetisi, hingga fashion show untuk mengangkat potensi UMKM lokal.

Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah kehadiran desainer kondang Ivan Gunawan.
Kehadirannya memberi energi baru bagi pelaku UMKM, khususnya di bidang fashion, agar berani melangkah ke pasar global.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Ivan menekankan pentingnya pelaku UMKM mengusung identitas lokal dalam produknya.

Menurutnya, motif daerah harus tetap dipertahankan, namun pemilihan bahan harus cermat agar terlihat ringan, elegan, dan mewah.

BACA JUGA: GenBI Siap Jadi Perpanjangan Tangan Bank Indonesia di Masyarakat

“Motif lokal itu harus menjadi identitas. Tapi pilihlah bahan yang ringan agar tetap terlihat mewah dan elegan,”ujar Ivan.

Ia juga menyoroti tren hijab yang masih mendominasi pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan kualitas baik dan harga terjangkau, Ivan optimistis brand fashion lokal Kepri bisa diterima di kancah internasional.

“Pelaku usaha harus tahu target market, menentukan ke mana produk akan dijual, dan membangun strategi pemasaran yang tepat,” tambahnya.

Tak hanya menghadirkan Ivan Gunawan, GMP 2025 juga melibatkan sejumlah desainer, pakar, dan pelaku fashion lainnya. Mereka berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi bagi UMKM agar lebih percaya diri menembus pasar global.

BI Kepri menegaskan bahwa GMP bukan sekadar pameran, melainkan wadah penguatan kapasitas UMKM dalam menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan.

“Pada malam hari ini akan digelar opening ceremony dengan fashion show. Produk yang ditampilkan merupakan hasil kurasi, inkubasi, dan pelatihan yang kami lakukan bersama UMKM,” jelas Adik Afrinaldi Asisten Direktur sekaligus Ketua Panitia GMP 2025.

Selain fashion show, GMP juga menyuguhkan talkshow UMKM halal, digitalisasi usaha, hingga strategi ekspor. BI Kepri juga memaparkan capaian penjualan UMKM serta program pembiayaan yang sudah digulirkan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, BI Kepri berharap Gebyar Melayu Pesisir dapat menjadi momentum nyata bagi UMKM Kepri untuk naik kelas. Dukungan dari desainer, pakar, hingga jejaring bisnis diharapkan mampu memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat internasional.

“GMP adalah bagian dari upaya mendorong UMKM lebih tangguh, kreatif, dan kompetitif. Harapannya, produk lokal Kepri semakin dikenal dunia,” kata Adik.

Gebyar Melayu Pesisir 2025 berlangsung selama empat hari, 21–24 Agustus 2025 di One Batam Mall. Sejumlah agenda utama yang disiapkan antara lain:

Hari Pertama (21 Agustus): Pameran UMKM, talkshow bersama WASTRA, lomba band, hingga opening ceremony dengan fashion show.
Hari Kedua (22 Agustus): Lomba yel-yel, paduan suara, talkshow UMKM halal, serta talkshow digitalisasi UMKM.
Hari Ketiga (23 Agustus): Lomba mewarnai, tari kreasi, kompang, talkshow ekspor, hingga final lomba band.
Hari Keempat (24 Agustus): Fun Run, pameran UMKM, serta closing ceremony yang ditutup dengan penampilan artis nasional.

Dengan rangkaian acara yang padat dan melibatkan banyak pihak, Gebyar Melayu Pesisir 2025 diharapkan menjadi etalase kebangkitan UMKM Kepri menuju pasar internasional. (*)

Reporter: Azis

 

 

Update