Senin, 19 Januari 2026

Gedung Beringin Cikal Bakal Taman Budaya Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Restu Gunawan, didampingi Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, dan rombongan meninjau taman di Gedung Beringin, Sekupang, Jumat (11/3). Foto: Disbudpar Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Restu Gunawan, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, meninjau taman di Gedung Beringin, Sekupang, Jumat (11/3/2022).

Rencananya, taman dan gedung ini akan diubah dan difungsikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjadi Taman Budaya.

Restu mengatakan, Batam merupakan jendela Indonesia karena berhadapan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Sehingga, sudah semestinya mempunyai Taman Budaya sekelas Singapura.

”Kita sudah punya tempat, namanya Gedung Beringin. Ini gedung lama, view (pemandangan)-nya bagus, bisa dikembangkan menjadi pusat kebudayaan bertaraf internasional di Batam,” katanya.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, gedung ini dahulunya menjadi tempat pertunjukan sampai tahun 2000.

Cikal bakal tersebut akan dikembangkan dan ditata ulang sehingga kembali berfungsi untuk masyarakat dengan menjadi Taman Budaya.

”Kami akan menjadikan Taman Budaya sebagai tempat para seniman dan budayawan untuk tampil,” katanya.

Ardi menginformasikan, di wilayah Sekupang ini terdapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni KEK Kesehatan Internasional Sekupang.

Ada tiga konsep utama dalam pengembangan KEK tersebut, yakni medis, pariwisata dan pendidikan.

Seperti, mendirikan universitas dengan fakultas kedokteran. Sedangkan di bidang pariwisata dan budaya, akan diimbangi dengan hadirnya Taman Budaya tersebut.

”Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Batam, sehingga kita punya Taman Budaya seperti yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat,” kata Ardi.

Beberapa waktu sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengintruksikan kepada Kepala Disbudpar Kota Batam untuk memanfaatkan Gedung Beringin sebagai Gedung Daerah.

Gedung ini nantinya akan menjadi simbol dan pusat kegiatan adat dan budaya di Batam. Rudi mengatakan, keberadaan Gedung Daerah tersebut dinilai penting sebagai sarana untuk mempresentasikan adat istiadat yang ada di Kota Batam.

Ia menyebut, keberadaan pusat adat Melayu tersebut tidak menghilangkan adat-adat lain yang ada di Batam. Namun, Batam harus punya jati diri dan perlu diperkuat agar adat khas daerah ini muncul dan diterapkan masyarakat.

“Setiap daerah punya adat. Kita butuh mengembangkan adat-adat untuk menunjukkan siapa jati diri kita,” ujar Rudi.(*)

Reporter: Yashinta

Update